KABAR MADURA |Islamic Boarding School (IBS) Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (PKMKK), bekerja sama dengan Paguyuban Walisantri, meluncurkan inovasi baru dengan menabur benih ikan air tawar. Beragam jenis ikan seperti lele, nila, dan gurami kini menghuni sepuluh kolam yang dikelola oleh pesantren.
Melalui budi daya ikan air tawar, para santri belajar memelihara ikan, mulai dari pemberian pakan hingga pemahaman tentang cara penanganan berbagai jenis ikan. Program tebar bibit ikan air tawar ini resmi dilaksanakan pada 1 Januari 2025, dengan partisipasi aktif dari seluruh walisantri yang tergabung dalam Paguyuban Walisantri IBS PKMKK. Menariknya, kegiatan ini dikoordinasikan oleh Walisantri ananda Nizam Al-Fatih dari kelas 7A, yang bertanggung jawab atas pemesanan dan penaburan benih ikan.
Program ini meliputi penaburan bibit ikan lele sebanyak 1.000 ekor dengan tambahan 2.500 ekor, ikan nila sebanyak 2.000 ekor dengan tambahan 1.000 ekor, serta ikan gurami sebanyak 1.000 ekor. Melalui pemantauan yang intens selama empat-enam bulan ke depan, ikan yang sudah siap konsumsi ini akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi para santri.
Seiring dengan perkembangan kegiatan ini, tahapan lebih lanjut dalam pengelolaan ikan diperkenalkan, termasuk pengolahan ikan menjadi produk bernilai jual, serta pemasaran hasil budidaya melalui kerja sama kelembagaan. Langkah ini mendukung terciptanya santripreneur–santri yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga memiliki kemampuan wirausaha. Dalam konteks ini, santri dapat belajar bagaimana mengelola bisnis budidaya ikan secara profesional, mengolah produk hasil perikanan, dan memasarkan hasilnya. Program ini didukung oleh Balai Latihan Kerja Pengolahan Hasil Laut Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (BLKPKMKK), yang memiliki pengalaman dalam pengolahan dan pemasaran produk perikanan. BLK ini berperan penting dalam memberikan pelatihan dan bimbingan untuk meningkatkan keterampilan santri, sekaligus menjalin kerja sama dengan lembaga atau perusahaan guna mengembangkan produk lebih lanjut.
Program ini setidaknya menunjukkan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya para walisantri, dalam mendukung pengembangan pesantren melalui kegiatan yang bernilai edukatif dan berkelanjutan. IBS PKMKK telah menunjukkan langkah strategis dalam membangun kemandirian pesantren serta memperkuat kolaborasi antara santri, walisantri, dan pihak pesantren dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang produktif dan berkelanjutan.
Bagi santri, kolam pesantren adalah laboratorium hidup yang memungkinkan mereka belajar langsung tentang budidaya ikan, mulai dari teknik pemberian pakan, pengelolaan kualitas air, hingga memahami siklus pertumbuhan ikan secara praktis. Dibawah pantauan guru, santri tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam budidaya ikan, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, disiplin, dan kerja sama dalam menjaga kelangsungan program ini.
Harapannya, melalui program ini, santri tidak hanya mendapatkan keterampilan praktis dalam budidaya ikan, tetapi juga mengembangkan sikap mandiri, tanggung jawab, dan kepekaan terhadap pentingnya keberlanjutan sumber daya alam. Selain itu, diharapkan kolam pesantren dapat menjadi sumber gizi yang mendukung kebutuhan para santri serta menjadi contoh sukses kolaborasi antara pesantren dan masyarakat. Dengan mengintegrasikan proses budidaya, pengolahan, dan pemasaran, program ini membuka peluang bagi santri untuk menjadi santripreneur yang inovatif, berwawasan lingkungan, dan siap bersaing di pasar global. (*)





