Program Bimwin Tanpa Anggaran, Tetap Dituntut Dilaksanakan

News167 views

KABAR MADURA | Program bimbingan perkawinan (binwin) tahun 2024 tidak disediakan anggaran khusus. Kendati tanpa anggaran, program betwin dituntut untuk tetap dilaksanakan dan dimaksimalkan.

Kepala Seksi (Kasi) Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep Zainurrosi mengatakan, pelaksanaan program tersebut biasanya diagendakan setiap tahun. Tetapi, saat ini mulai cenderung mandiri, karena tidak ada anggaran khusus mengenai kegiatan itu. Jika ada calon pengantin yang hendak menikah, tetap disarankan mengikuti binwin. 

“Meski mandiri karena tiada anggaran, harus dimaksimalkan di tahun 2024, 27 kantor urusan agama (KUA) se-Kabupaten Sumenep perlu melaksanakannya,” ucap dia.

Berbeda dengan tahun 2023, anggaran yang disediakan mencapai Rp50 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk 90 angkatan calon pengantin. Pasangan pengantin mendapat pembekalan ilmu mengenai pernikahan.  

Binwin, kata Zainurrosi, juga sebagai upaya persiapan agar calon pengantin mampu menerima amanah berupa pasangan hidup yang akan menemani kehidupan selanjutnya.  

Program tersebut merupakan bagian dari program prioritas pemerintah yang dikoordinasikan oleh Kantor Staf Presiden (KSP) dan BAPPENAS.

Pelaksananya adalah kantor kemenag kabupaten/kota melalui KUA dalam bentuk kelas pelatihan pembekalan selama 16 jam (dua hari), yang diisi oleh para instruktur terlatih, baik dari internal kemenag atau unsur masyarakat.

Sementara itu, Kepala KUA Kota Sumenep Moh. Afif mengakui bahwa pelaksanaan program binwin dilakukan secara mandiri. Bedanya dari tahun sebelumnya, peserta tidak dapat buku panduan dan makan, hanya mendapatkan ilmu.

“Binwin ini bukan sifatnya wajib tetapi dianjurkan, kami sedang mendata calon pengantin,” kata ketua Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRIi) Sumenep ini.

Pewarta: Imam Mahdi

Redaktur: Fathor Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *