KABAR MADURA | Angka atau prevalensi stunting di Kabupaten Sampang mengalami peningkatan yang signifikan. Pemicu meningkatnya angka stunting tersebut dikarenakan program pencegahan yang dilaksanakan organisasi perangkat daerah (OPD) tidak berjalan maksimal.
Berdasarkan data dari Dinkes KB Sampang, prevalensi stunting di Bumi Bahari pada 2023 naik 11,2 persen. Pada 2024, mengalami lonjakan sebesar 18,5 persen.
Kepala bidang (Kabid) pengendalian penduduk (Dalduk) Dinkes KB Sampang Zahruddin mengatakan, beberapa faktor prevalensi stunting melonjak, yakni program pencegahan yang tidak maksimal, serta juga tidak tepat waktu.
“Saat ini kami sedang melakukan evaluasi rutin di internal Dinkes KB. Di samping itu, kita juga lakukan koordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, dan OPD, seperti Disdik dan Dishub,” katanya, Rabu (25/6/2025).
Ketua Umum Forum Mahasiswa Sampang (FORMASA) Imam Baidawi mengatakan, segala bentuk program pemerintah menelan anggaran yang tidak sedikit, termasuk program penanganan stunting di Dinkes KB.
Imam pun menekankan pentingnya kesadaran dan tanggung jawab atas program yang dilaksanakan.
Menurutnya, masalah stunting sangat krusial untuk disikapi karena tidak hanya bicara soal kesehatan masyarakat saja tetapi juga menyangkut masa depan Sampang.
“Ini sangat disayangkan, pemkab sepertinya tidak menganggap serius masalah kesehatan di Sampang. Saya berharap, masyarakat yang memiliki keluarga stunting tidak ragu untuk meminta haknya,” ungkapnya. (km91/din)





