Realisasi RTLH Bencana di Pamekasan Tidak Merata

News111 views

KABAR MADURA | Tidak semua rumah rusak terdampak bencana bisa terkaver bantuan rumah tak layak huni (RTLH) khusus bencana. Di Pamekasan, di awal 2024 ini terdapat ratusan rumah terdampak bencana alam. Namun, sejauh ini yang terkaver hanya ada lima rumah atau lima pengajuan.

Staf  Bidang Perumahan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Pamekasan Dwi Budayana Eka Dewantara mengatakan, ratusan rumah yang tidak terkaver itu lantaran volume kerusakannya berskala kecil. Sementara rumah yang bisa terkaver dalam bantuan RTLH bencana volume kerusakannya berskala sedang hingga berat. Sehingga, dari ratusan rumah itu tidak semuanya bisa dikaver dalam bantuan itu.

“Biasanya kalau yang kerusakannya skala kecil, dikaver sama BPBD dan Dinsos, kayak terpal, hasbis, makanan, dan lain-lain. Kalau yang RTLH bencana ini kerusakannya sudah berat,” jelasnya kepada Kabar Madura, Minggu (28/4/2024).

Hingga kini, pihaknya menerima lima pengajuan penerima bantuan RTLH bencana untuk ditindaklanjuti. Namun, dari kelima pengajuan itu, masih satu rumah yang proses pengerjaan renovasinya sudah terealisasi, yakni di Desa Palengaan Laok.

Sementara dua pengajuan lainnya, saat ini sedang dalam proses pengerjaan, yakni di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan dan ada yang masih baru akan dimulai pengerjaan, yaitu di Desa Candi Burung, Kecamatan Proppo. Sedangkan di Desa Montok dan Kangenan masih dalam proses survei.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Dwi menuturkan, tidak meratanya proses realisasi renovasi itu lantaran waktu pengajuannya berbeda. Sehingga berpengaruh terhadap jadwal realisasi pengerjaan. Alokasi anggarannya tidak berbeda dengan alokasi RTLH reguler, yakni sebesar Rp17,5 juta. Perinciannya, Rp15 juta untuk bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk ongkos tukang.

“Kalau yang di Candi Burung itu tinggal nunggu kesiapan tuan rumah kapan yang mau dimulai pengerjaannya, untuk bahan sudah ada semua. Waktu pengerjaan RTLH bencana ini memang tidak sama dengan yang reguler. Kalau ada pengajuan bantuan karena terdampak bencana langsung ditindaklanjuti,” jelasnya.

Untuk diketahui, kuota penerima RTLH bencana tahun ini sebanyak 35 penerima. Sementara tahun lalu kuotanya 70 penerima namun terealisasi 25.

Pewarta: Safira Nur Laily

Redaktur: Sule Sulaiman

 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *