KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Sejak tahun 2020 hingga sekarang, halte bus di Pamekasan dibiarkan begitu saja tanpa pemeliharaan. Bahkan, di sejumlah lokasi terpantau dibiarkan rusak.
Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Barang dan Orang Gufhron mengatakan, pihaknya selalu mengajukan anggaran pemeliharaan halte setiap tahunnya. Namun karena ada pemangkasan anggaran, pengajuan itu tidak disetujui. Akibatnya, keberadaan halte bus di sejumlah titik dibiarkan tidak terawat.
“Saya kurang tahu juga teknik pemeliharaannya yang tahun lalu seperti apa, karena bukan di bidang kami. Tapi untuk sejauh ini, ya dibiarkan. Tetap kayak gitu dibiarkan, mau diperbaiki dapat anggaran dari mana?,” jelasnya saat ditemui Kabar Madura, Selasa (7/11/2023).
Gufron mengungkapkan, sedikitnya dibutuhkan Rp30 juta untuk pemeliharaannya. Ada beberapa halte bus di Pamekasan, di antaranya di Jalan Raya Panglegur (depan kampus Universitas Madura), sekitar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Slamet Martodirdjo (SMart), dan Desa Tambung, Kecamatan Pademawu.
Menurutnya, rencana untuk menambah halte bus sudah ada, yakni direncanakan pada lokasi-lokasi yang dilintasi angkutan transportasi umum. Akan tetapi tidak diajukan untuk tahun depan, sebab pihaknya masih fokus pada pengajuan pemeliharaan.
“2024 rasa-rasanya pengajuan untuk pemeliharaan tidak akan disetujui lagi. Mungkin 2025 baru disetujui. Baru setelah mendapatkan pemeliharaan dan pembenahan untuk halte yang sudah ada, kami ajukan pengadaan halte bus baru,” tegas Gufron.
Berdasarkan pemantauan Kabar Madura, halte bus di Jalan Raya Panglegur, atapnya sudah tampak reyot dan warnanya mulai memudar.
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Sule Sulaiman





