KABAR MADURA | Universitas Bahauddin Mudhary (UNIBA) Madura kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan bermutu sekaligus kontribusi nyata bagi masyarakat.
Melalui Seminar Nasional bertajuk Indonesia Darurat Bullying, Break the Silence, Build the Kindness, UNIBA Madura sukses menyelenggarakan kegiatan inspiratif yang tidak hanya membuka wawasan akademik, tetapi juga menggerakkan kepedulian sosial seluruh peserta.
Acara yang digelar di Auditorium Pesantren UNIBA Madura ini diawali dengan penampilan seni tari tradisional yang memukau. Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara: Dr. Ardiana Puspitacandri, M.Psi., Psikolog., serta Dr. Naghfir, S.H.I., S.H., M.Kn., CPM., C.H., CHT., yang menyampaikan berbagai sudut pandang dan solusi praktis terkait daruratnya kasus perundungan di Indonesia.
Dalam sambutannya, Rektor UNIBA Madura Prof. Rachmad Hidayat memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia dan seluruh peserta yang hadir. Beliau menegaskan bahwa isu bullying tidak hanya menjadi masalah sekolah dan kampus, tetapi masalah bangsa yang harus dihadapi bersama.
“UNIBA Madura berkewajiban menjadi ruang aman bagi generasi muda. Seminar ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam mencetak lulusan yang cerdas secara intelektual sekaligus berkarakter kuat dan berempati,” ujar Prof. Rachmad Hidayat.
Prof. Rachmad juga menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini akan terus digalakkan di lingkungan kampus sebagai upaya membangun budaya akademik yang humanis, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
Seminar nasional ini mendapatkan respons positif dari mahasiswa, akademisi, hingga masyarakat umum. Selain materi yang mendalam, sesi diskusi interaktif turut menciptakan suasana edukatif yang membuka pemahaman baru tentang pentingnya mencegah dan menangani bullying sejak dini.
“Dengan terselenggaranya kegiatan ini, kami membuktikan diri sebagai institusi pendidikan yang progresif, peduli, dan berdampak, selaras dengan visinya mencetak insan berilmu yang mampu memberi kontribusi nyata bagi Madura dan Indonesia,” pungkasnya. (ara/waw)






