KABAR MADURA | Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura terus memperkuat kontribusinya pada dunia pendidikan melalui program “UNIBA Madura Goes to School”. Salah satu kegiatannya adalah Seminar Guru Bimbingan dan Konseling (BK) bertema Deteksi Dini Bullying dengan Analisis Sosiometri yang digelar di salah satu sekolah di Kabupaten Sumenep.
Seminar tersebut menghadirkan narasumber dari UNIBA Madura, yaitu para akademisi yang membidangi pendidikan dan psikologi pembelajaran. Mereka memberikan pemahaman mendalam mengenai bagaimana analisis sosiometri dapat digunakan sebagai alat untuk membaca dinamika hubungan sosial antarsiswa, sehingga potensi bullying dapat terdeteksi lebih cepat.
Meskipun tidak hadir secara langsung dalam acara, Rektor UNIBA Madura Prof. Rachmad Hidayat memberikan apresiasi dan menegaskan pentingnya kegiatan tersebut. Dia menyebut seminar seperti ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam membantu sekolah memperkuat sistem deteksi dan pencegahan bullying.
“Bullying sering terjadi karena dinamika sosial yang tidak terlihat oleh guru. Pendekatan sosiometri memberikan gambaran objektif mengenai hubungan siswa sehingga guru dapat bertindak lebih cepat dan tepat,” ujar Prof. Rachmad Hidayat dalam komentarnya.
Rektor UNIBA juga menambahkan bahwa program Goes to School adalah jembatan nyata antara kampus dan sekolah dalam meningkatkan literasi psikososial serta kompetensi guru BK.
Seminar yang dihadiri puluhan guru BK tersebut berlangsung interaktif. Peserta antusias mengajukan pertanyaan terkait teknik analisis hubungan sosial, identifikasi siswa rentan, hingga langkah pencegahan bullying yang bisa diterapkan di lingkungan sekolah.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolektif menghadirkan lingkungan belajar yang aman, ramah, dan bebas kekerasan, sekaligus memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi dan sekolah di wilayah Madura,” pungkasnya. (ara/waw)






