KABAR MADURA | Pengawas madrasah di Pamekasan masih kurang dari kebutuhan. Saat ini, jumlah pengawas yang tersedia sekitar 76, baik pengawas tingkat raudhatul athfal (RA), madrasah ibtidaiyah (MI), madrasah tsanawiyah (MTS), dan madrasah aliyah (MA). Padahal, jumlah lembaga pendidikan di Kota Gerbang Salam mencapai ribuan.
Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Pendma) Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan Badrus Shomad mengatakan, pihaknya telah mengajukan tambahan pengawas tersebut, namun tidak dipenuhi lantaran formasinya tidak tersedia.
“Seperti tahun ini, sudah kami ajukan tapi tidak ada formasinya,” jelasnya, Kamis (7/11/2024).
Minimnya SDM pengawas tersebut dikarenakan ada yang meninggal dunia dan pensiun. Sementara tidak ada penambahan pengawas dalam beberapa waktu terakhir. Akibat kurangnya SDM tersebut, setiap pengawas ada yang menangani 19-20 lembaga, khususnya di tingkat MA dan MTS. Sedangkan jumlah keseluruhan lembaga mencapai 1.145 lembaga.
“Untuk MI aman, tidak kurang,” tambah Badrus kepada Kabar Madura.
Sedikitnya, untuk pengawas tingkat MA dibutuhkan dua tambahan, tingkat MTS dua pengawas, dan RA dibutuhkan lima pengawas lagi. Badrus menuturkan, untuk menyiasati kurangnya SDM tersebut, dilakukan penerapan yang bersifat kolaboratif dan bersinergi antar pengawas di setiap tingkatan.
Seperti pengawas MI bisa juga memonitoring lembaga tingkat MTS ataupun MA, begitupun dengan sebaliknya. Sehingga, pengawasan bisa merata ke setiap madrasah yang ada di bumi Ratu Pamelingan.
“Kalau dibandingkan kabupaten lain, di Pamekasan ini lumayan banyak pengawasnya. Semoga kedepan kekurangan ini tetap terpenuhi,” tutupnya. (nur/zul)





