10 Tahun KUP Pojur Bangun Stigma Madura Maju dan Mampu Bersaing

Headline, Berita179 views

KABAR MADURA-Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kelompok Usaha Produktif (KUP) Pojur ke-10, Sabtu (9/8/2025), di Aula Hotel Odaita, menjadi penanda perjalanan sebuah mimpi kolektif yang lahir dari tanah Madura, yang dimotori oleh Prof. Achsanul Qosasi. 

Capaian satu dekade tentu tidak mudah, kata Prof. AQ, sapaan akrabnya. Makanya, dia memiliki perhatian luar biasa terhadap perkembangan yang berkaitan dengan masyarakat Madura.

Terlebih, lanjutnya, secara umum bisa berdampak baik terhadap perkembangan Madura, mulai dari perkembangan pendidikan, kreativitas, dan toleransi. Tetapi dia menegaskan bahwa kesejahteraan masih harus diperjuangkan.

Menurutnya, kesadaran masyarakat Madura akan pentingnya pendidikan sejauh ini mulai meningkat pesat, ditandai dengan lahirnya ribuan sarjana di berbagai daerah. Berangkat dari itulah dia memiliki perspektif bahwa Madura sudah mulai sejajar dengan daerah lainnya di Indonesia. Dari kematangan sumber daya manusia (SDM) juga sudah mulai bersaing. 

“Madura sudah mulai sejajar dengan daerah lain. Kesadaran akan pendidikan meningkat, ribuan sarjana lahir dari sini,” paparnya. 

Ditegaskan Prof. AQ, tumbuhnya rasa saling menghargai, percaya diri, dan kreativitas generasi muda Madura menjadi aset besar untuk memajukan Madura ke depannya.

Namun, pria kelahiran Sumenep itu memberi peringatan tajam atas sikap orang luar Madura yang memberi stigma negatif atas kondisi Madura. Padahal, menurutnya, tidak sesuai dengan fakta yang terjadi. 

“Stigma Madura kasar, terbelakang sudah mulai memudar,” ungkapnya.

Diakui Prof. AQ, naik kelasnya pembangunan Madura di berbagai sektor tersebut, KUP Pojur sendiri telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan. KUP Pojur mampu menjelma menjadi jaringan usaha yang menghidupkan banyak keluarga: dari jasa, distribusi, manufaktur, media, dan lainnya. 

Filosofinya sederhana, namun kuat dan melekat, yakni kebersamaan, kepedulian, dan kedisiplinan atau sering disebut 3K.

Dalam momentum tersebut, Prof. AQ juga menceritakan besarnya KUP Pojur, yang menaungi belasan perusahaan, berawal dari usaha yang dirintis dan hal itu tidak mudah.

Presiden KUP Pojur ini memiliki motivasi dari ayahnya, yaitu almarhum KH. Bahaudin Mudhary yang pernah berpesan agar selalu besar hati. Kiai Baha’ sendiri merupakan ulama Madura yang ahli metafisika.

Baca Juga:  KEK Tembakau Dinilai Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Madura

“Harus besar hati sebagai orang Madura,” kata Prof. AQ mengenang ayahandanya.

Dia berpesan kepada ratusan karyawan yang hadir pada perayaan KUP Pojur ke-10, jika menapaki jalan kesuksesan, dia mengajak untuk tidak melupakan Madura dan penting untuk ikut serta membangun Pulau Garam ini.

Dia mencontohkan, bahwa KUP Pojur sebagai pendidikan jasmani, UNIBA Madura sebagai pendidikan rohani, dan Madura United merupakan pendidikan karakter.

“Saat sukses, jangan sampai lupakan Madura!,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan KUP Pojur As’adi Khas menyampaikan, KUP Pojur sejak awal berdiri hanya untuk kepentingan SDM yang tergabung, tapi kepentingan Madura secara umum.

“Pojur dan Madura tidak bisa dipisahkan, entitas yang tidak bisa dipisahkan, Pojur hanya di Madura, Pojur ada untuk Madura,” ujarnya.

Selepas perayaan HUT KUP Pojur, ratusan karyawan lalu bergeser untuk nonton bareng laga pertama Madura United melawan Persis Solo di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan. (rul/ong)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *