169 Temuan Kasus HIV/AIDS di Pamekasan Didominasi Usia Produktif

News, Kesehatan110 views

KABAR MADURA | Temuan kasus orang terjangkit human immunodeficiency virus (HIV) dan acquired immune deficiency syndrome (AIDS) di Pamekasan sepanjang 2024 hingga Maret 2025, terdapat 169 kasus. Parahnya, yang mengidap penyakit menular tersebut mayoritas usia produktif. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, dari 169 kasus HIV/AIDS itu, 141 terjadi di tahun 2024 dan 28 kasus di tahun 2025. 

Terdapat kelompok usia 36-45 tahun menjadi kelompok kasus orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tertinggi, dengan 78 kasus HIV/AIDS. Kemudian disusul kelompok usia 15-35 tahun dengan 51 kasus, usia 46-64 tahun sebanyak 19 kasus, dan usia 2-14 tahun hanya 2 kasus.

“Ada banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya HIV/AIDS. Misalnya, bergonta-ganti pasangan, memakai jarum suntik bekas, dan beberapa faktor lainnya,”ungkap Kepala Dinkes Pamekasan Saifudin, Rabu (12/3/2025).

Baca Juga:  Job Fair 2026 Pamekasan Target Serap 3.000 Pencari Kerja, Libatkan hingga 40 Perusahaan

Menurutnya, HIV/AIDS tergolong penyakit berbahaya yang mudah menular. Beberapa gejala yang bisa menjadi indikasi awal penyakit ini, antara lain batuk berkepanjangan, bersin, serta penyakit lain yang sulit sembuh.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Safiudin mengatakan, meskipun hingga kini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan HIV/AIDS, pengobatan tetap bisa membantu mengontrol penyebaran virus dan menjaga daya tahan tubuh penderita.

“Semua jenis penyakit sebenarnya tidak bisa sembuh total, namun bisa kita kontrol karena itu tergantung kekebalan tubuh kita, baik memeriksa kesehatan di Puskesmas maupun rumah sakit umum,” tambahnya.

Baca Juga:  Operasional APHT Ditarget Rampung Akhir 2026, Pengurus Koperasi Masih Diproses

Upaya menekan angka penyebaran HIV/AIDS, Dinkes Pamekasan terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan melalui berbagai media, termasuk media sosial dan layanan puskesmas setempat.

Saifudin berharap, masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan menghindari perilaku berisiko, serta mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan mengedepankan pola hidup sehat guna mencegah penyebaran HIV/AIDS yang mematikan ini.

“Yang tidak bisa kita cegah interaksi mereka, termasuk saat mau berhubungan seks,” pungkasnya. (KM62/din)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *