KABAR MADURA | Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Ketenagakerjaan (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan tengah mempersiapkan pelaksanaan Job Fair 2026. Kegiatan itu direncanakan digelar pada Juli 2026, menyesuaikan dengan momentum kelulusan siswa sekolah maupun mahasiswa perguruan tinggi.
Saat ini, persiapan masih terus dimatangkan. Salah satu fokus utama Pemkab Pamekasan adalah memastikan perusahaan yang terlibat benar-benar menyediakan lowongan kerja dalam jumlah yang memadai sehingga pelaksanaan job fair tidak hanya bersifat seremonial.
Kepala Diskop UKM dan Naker Pamekasan Achmad Sjaifudin mengatakan, jadwal pelaksanaan kegiatan masih bersifat tentatif. Pihaknya masih melakukan penjajakan dan survei terhadap perusahaan-perusahaan yang berpotensi ikut serta dalam agenda tahunan tersebut.
“Pelaksanaannya masih tentatif karena kami ingin perusahaan yang terlibat membuka loker yang cukup banyak. Jadi perlu ada survei lebih lanjut. Jangan sampai kami mengadakan job fair, tapi substansinya tidak ada,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Sjaifudin menjelaskan, pemerintah menargetkan sekitar 35 hingga 40 perusahaan dapat berpartisipasi dalam Job Fair 2026. Semakin banyak perusahaan yang bergabung, semakin besar pula peluang kerja yang dapat diakses masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut ditargetkan mampu menyerap sekitar 3.000 pencari kerja. Untuk mendukung pelaksanaannya, Pemkab Pamekasan mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 juta untuk kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari.
“Harapannya bisa menurunkan tingkat pengangguran. Dengan banyaknya perusahaan yang terlibat, maka peluang menyerap pengangguran juga semakin terbuka,” tutupnya. (nur/zul)





