KABAR MADURA | Sejumlah desa di Kabupaten Bangkalan diproyeksikan menjadi penerima program tematik pembudidayaan ikan air tawar. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat sektor perikanan lokal, terutama budidaya ikan lele yang dinilai memiliki prospek pasar cukup menjanjikan.
Hal itu diungkapkan penyuluh ikan tawar di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Arif Rahman, Senin (2/3/2026). Dia menyebut, kebutuhan ikan lele di Bangkalan diperkirakan mencapai 30 ton per hari. Angka tersebut menunjukkan peluang pengembangan usaha budidaya masih sangat terbuka lebar bagi masyarakat desa.
Saat ini, enam desa telah melalui proses survei lapangan dan berpeluang menerima program tematik tersebut. Keenam desa itu yakni Desa Durin Barat, Kecamatan Konang; Desa Blega Oloh dan Desa Panjelinan, Kecamatan Blega; Desa Jembuh, Kecamatan Burneh; Desa Betah Barat, Kecamatan Kwanyar; serta Desa Kranggen Barat, Kecamatan Tanah Merah.
Arif menjelaskan, desa penerima program diharapkan tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga mampu mengembangkan potensi turunan dari hasil budidaya.
“Penerima program dapat memanfaatkan potensi desanya juga, bisa mengolah hasil budidaya ikan yang siap konsumsi,” jelasnya.
Program ini diajukan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Setiap desa penerima diperkirakan akan memperoleh bantuan berupa 24 kolam budidaya lengkap dengan 80 ribu bibit ikan lele.
Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Bangkalan, Ahmad Hidayat Kurniawan, berharap program tersebut mendapat perhatian serius dari pengurus KDKMP di masing-masing desa.
Kurniawan menegaskan, akses program tematik hanya bisa dilakukan apabila dalam pengajuan koperasi mencantumkan dan mencentang KBLI Perikanan Budidaya. Namun, hingga kini jumlah KDKMP yang mencantumkan sektor perikanan masih tergolong minim.
“Sangat minim yang mencentang potensi perikanan, makanya perlu diinformasikan kembali, karena potensi yang ada di Bangkalan cukup besar,” ungkapnya. (km95/zul)





