6 Desa di Bangkalan Diproyeksikan Terima Program Tematik Budidaya Lele

Berita89 views

KABAR MADURA | Sejumlah desa di Kabupaten Bangkalan diproyeksikan menjadi penerima program tematik pembudidayaan ikan air tawar. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat sektor perikanan lokal, terutama budidaya ikan lele yang dinilai memiliki prospek pasar cukup menjanjikan.

Hal itu diungkapkan penyuluh ikan tawar di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Arif Rahman, Senin (2/3/2026). Dia menyebut, kebutuhan ikan lele di Bangkalan diperkirakan mencapai 30 ton per hari. Angka tersebut menunjukkan peluang pengembangan usaha budidaya masih sangat terbuka lebar bagi masyarakat desa.

Saat ini, enam desa telah melalui proses survei lapangan dan berpeluang menerima program tematik tersebut. Keenam desa itu yakni Desa Durin Barat, Kecamatan Konang; Desa Blega Oloh dan Desa Panjelinan, Kecamatan Blega; Desa Jembuh, Kecamatan Burneh; Desa Betah Barat, Kecamatan Kwanyar; serta Desa Kranggen Barat, Kecamatan Tanah Merah.

Baca Juga:  Presiden Madura United Ungkap Alasan Pindah Kandang ke Bangkalan

Arif menjelaskan, desa penerima program diharapkan tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga mampu mengembangkan potensi turunan dari hasil budidaya.

“Penerima program dapat memanfaatkan potensi desanya juga, bisa mengolah hasil budidaya ikan yang siap konsumsi,” jelasnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Program ini diajukan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Setiap desa penerima diperkirakan akan memperoleh bantuan berupa 24 kolam budidaya lengkap dengan 80 ribu bibit ikan lele.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Bangkalan, Ahmad Hidayat Kurniawan, berharap program tersebut mendapat perhatian serius dari pengurus KDKMP di masing-masing desa.

Baca Juga:  Dua Pemancing Hanyut di Bawah Jembatan Suramadu, Satu Ditemukan Meninggal

Kurniawan menegaskan, akses program tematik hanya bisa dilakukan apabila dalam pengajuan koperasi mencantumkan dan mencentang KBLI Perikanan Budidaya. Namun, hingga kini jumlah KDKMP yang mencantumkan sektor perikanan masih tergolong minim.

“Sangat minim yang mencentang potensi perikanan, makanya perlu diinformasikan kembali, karena potensi yang ada di Bangkalan cukup besar,” ungkapnya. (km95/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *