KABAR MADURA | Proses seleksi pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) di Sumenep akhirnya mengerucut. Sebanyak 75 pelajar resmi ditetapkan sebagai calon paskibraka setelah melewati berbagai tahapan seleksi yang ketat. Penetapan ini dilakukan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Sumenep pada 29 April 2025 lalu.
Kepala Bakesbangpol Sumenep Ach. Dzulkarnain mengatakan, ratusan peserta mengikuti tahap akhir seleksi, yakni tes kepribadian. Dari total 214 peserta, 118 di antaranya adalah laki-laki, sementara 96 lainnya perempuan.
“Setiap tahapan seleksi dilakukan secara cermat, mulai dari administrasi, tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensi umum (TIU), hingga pemeriksaan kesehatan dan tes samapta,” ujar Dzulkarnain, Jumat (9/5/2025).
Tidak hanya fokus pada kemampuan fisik, proses seleksi juga memperhatikan aspek mental dan karakter. Jiwa kepemimpinan, rasa nasionalisme, serta komitmen untuk mengabdi kepada negara menjadi poin penting dalam penilaian.
“Menjadi Paskibraka bukan sekadar tugas mengibarkan bendera. Ini juga tentang membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan generasi muda,” tambahnya.
Dari seluruh peserta yang terpilih, mereka akan mengikuti pelatihan intensif sebelum menjalankan tugas utama dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang.
Sebagai bagian dari proses seleksi berjenjang, Bakesbangpol Sumenep juga telah mengirim empat peserta terbaik, dua putra dan dua putri, untuk mengikuti seleksi paskibraka tingkat Provinsi Jawa Timur.
“Kami optimistis mereka bisa melaju ke tingkat yang lebih tinggi dan membawa nama baik Sumenep di kancah provinsi,” pungkasnya. (ara/zul)





