Bahas Persoalan Umat di Madura, NU Korda Madura Temui Gubernur

News198 views

KABARMADURA.ID | SURABAYA-Rais Syuriah, Ketua, Sekretaris, dan Bendahara PCNU se-Madura menemui Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Selasa (11/7/2023). Mereka datang guna membahas persoalan umat yang ada di Pulau Madura.

Para ulama yang tergabung dalam NU Korda Madura itu ditemui langsung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Emil Dardak beserta beberapa staf.

Ketua NU Korda Madura KH. Taufik Hasyim menegaskan, silaturahmi tersebut selain mempererat hubungan antara ulama dan umara, juga membahas masalah jalur transportasi Sumenep-Bangkalan yang semakin padat, persoalan tembakau dan garam, serta problem yang berkaitan dengan infrastruktur di daerah kepulauan.

Di Madura, ujar Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom itu, mobilitas kendaraan dan lalu lintas semakin tinggi dan padat, sementara kualitas jalan nasional dan jalan provinsi belum memadai.

Baca Juga:  Kelolosan SNBP Naik Signifikan, SMAN 2 Pamekasan Diganjar Penghargaan Pemprov

“Baik dari kualitas aspal ataupun ukuran jalan. Karena itu, penting untuk dikaji tentang peningkatan kualitas jalan dimaksud. Termasuk di pasar-pasar tradisional, harap dicarikan jalur khusus atau jembatan layang, karena kemacetan sangat panjang,” tegasnya.

Kandidat doktor itu juga menjabarkan berkenaan dengan masa tanam tembakau di Madura sudah dimulai, maka dibutuhkan program khusus dari pemerintah untuk menjamin harga tembakau mahal. 

Selain itu, perlu digali berapa kebutuhan pabrik terhadap tata niaga tembakau dan berapa persen tembakau Jawa yang masuk ke Madura. Karenanya, para kiai NU Korda Madura mengetengahkan gagasan agar harga tembakau diperjuangkan.

Dijelaskan, Madura adalah penghasil garam terbesar di Indonesia. Tapi hal ini berbanding terbalik dengan kesejahteraan petani garam. Hal itu disebabkan oleh harga garam yang murah. 

Baca Juga:  Gubernur Khofifah Siap Kawal Pengajuan KEK Tembakau Madura hingga Tuntas

“Oleh sebab itu, perlu dicarikan channeling dan pemasaran yang lebih besar. Kami punya data betapa tingginya produksi garam di Madura: Sampang 149.947  ton; Sumenep 94.334,88 ton; dan Pamekasan 27.005,30 ton,” ungkap Kiai Taufik.

Penegasan NU Korda Madura tersebut disambut baik oleh Gubernur dan Wakil Gubernur. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur berjanji akan menindaklanjutinya dengan stakeholders.

Dalam kesempatan itu, Kiai Panji menyampaikan aspirasi agar infrastruktur kepulauan di Sumenep. Sementara Ra Humron mengetengahkan tentang kemiskinan di Bangkalan.

Selain Ketua PCNU Pamekasan KH. Taufik Hasyim, turut hadir Ketua PCNU Sumenep KH. A Pandji Taufiq; Rais KH. Syafiuddin Abd Wahid dan Ketua PCNU Sampang KH. Itqon Busiri. Dari Bangkalan hadir KH. Hasbullah, KH. Humron, dan Ra Nasih.

Pewarta: Hairul Anam

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *