KABARAMADURA.ID | PAMEKASAN-Realisasi pembangunan rumah tak layak huni (RTLH) di Pamekasan masih belum rampung sepenuhnya, padahal tahun 2023 hanya tersisa dua bulan lebih. Dari 349 unit RTLH, hanya 131 unit yang pembangunannya selesai dan hampir selesai. Sementara sisanya, masih pembangunan awal bahkan ada yang belum dibangun sama sekali.
Staf Bidang Perumahan Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman (DPRKP) Pamekasan Dwi Budayana Eka Dewantara mengatakan, belum rampungnya pembangunan itu lantaran ada beberapa faktor, di antaranya belum cairnya anggaran yang telah dialokasikan. Sehingga, berpengaruh terhadap realisasi pembangunan. Disebutkannya, masih ada 200 penerima yang sudah dicairkan.
“Masyarakat juga percaya soal waktu yang baik dalam membangun rumah, atau yang biasa disebut prembun. Sehingga, mereka memilih bulan-bulan tertentu untuk membangun rumah. Bisa juga karena faktor lain. Tapi yang jelas, kami komitmen November sudah rampung semua. Karena tidak boleh sampai tahun depan,” terangnya, Senin (16/10/2023).
Dia menjelaskan, anggaran untuk masing-masing penerima RTLH senilai Rp17.500.000. Saat ini, yang cair hanya sekitar dua ratusan penerima. Menurutnya, pengerjaan pembangunan paling cepat dikerjakan dalam dua minggu. Namun terkadang terkendala dari tukang yang kurang memadai.
Kemudian untuk tahun depan, ungkap Dwi, pihaknya mengusulkan dua ribu penerima. Namun, usulan itu belum diketahui kuota yang akan terpenuhi.
Diketahui, tahun sebelumnya terdapat 750 penerima yang bersumber dari APBD dan 270 penerima yang bersumber dari pusat.
“Tahun ini kami tidak dapat dari pusat, hanya dari APBD. Untuk tahun depan kami usulkan 2.000 penerima,” tukasnya.
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Sule Sulaiman





