Jangan Khawatir, RSMZ Sampang Siap Tampung Caleg Depresi karena Gagal Jadi

News96 views

KABARMADURA.ID | SAMPANG-Menjelang perhelatan pesta demokrasi, meliputi pemilihan umum anggota legislatif (pileg)  Rumah Sakit Mohammad Zyn (RSMZ) Sampang sudah menyiapkan ruang untuk menangani calon anggota legislatif (caleg) yang depresi dan stres akibat gagal terpilih sebagai wakil rakyat.

Berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang, daftar calon tetap (DCT) anggota legislatif di Sampang sebanyak 410 calon. Mereka berangkat dari 14 partai peserta pemilu. Sedangkan jatah yang tersedia di Sampang hanya 45 kursi. Alhasil, ada ratusan caleg yang dipastikan gagal dan berpotensi mengalami depresi dan stres.

Atas kondisi tersebut, pihak RSMZ Sampang mengaku siap untuk menampung dan melayani para caleg yang depresi dan stres akibat gagal terpilih tersebut. Saat ini, rumah sakit milik Pemkab Sampang itu sudah memiliki dua dokter spesialis dan menyiapkan ruang isolasi untuk melayani perawatan dan pengobatan para pasien gangguan kejiwaan tersebut.

Direktur RSMZ Sampang dr Agus Akhmadi mengatakan, para caleg itu sangat rentan mengalami gangguan kejiwaan pasca gagal terpilih nantinya. Untuk itu, pihaknya bersedia menampung dan melayani para pasien yang mengalami gangguan jiwa tersebut, tidak terkecuali pasien yang bukan caleg.

“Sekarang sudah ada dua orang dokter spesialis kejiwaan, jadi kami siap melayani para caleg yang mengalami gangguan kejiwaan dan depresi akibat gagal terpilih nantinya,” ungkap dr. Agus Akhmadi kepada Kabar Madura, Selasa (28/11/2023).

Pasien yang mengalami gangguan kejiwaan yang bisa dilayani itu hanya yang tingkatannya ringan dan sedang. Sedangkan untuk pasien yang tingkat stres tinggi, sampai ngamuk-ngamuk, akan dirujuk ke rumah sakit di Surabaya dan lainnya.

Selama ini, pihak RSMZ Sampang sudah banyak menangani pasien gangguan kejiwaan. Jadi dapat dipastikan caleg yang depresi dan stres itu juga bisa dilayani. Hanya saja, untuk saat ini belum ada ruangan khusus untuk kejiwaan itu.

“Kalau untuk ruangan khusus kejiwaan ini memang belum ada, jadi kami pakai yang ada dan bisa dimanfaatkan saja, termasuk ruangan isolasi ini,” terangnya.

Pewarta: Subhan

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *