Tahun Depan Beasiswa Santri di Pamekasan Terancam Ditiadakan 

News116 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Program Beasiswa Santri untuk tahun depan terancam ditiadakan. Pasalnya, hingga saat ini ketersediaan anggaran untuk program tersebut masih menunggu porsi anggaran yang tersedia. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan Ridwan, Kamis (30/11/2023). 

Menurut Ridwan, pihaknya hanya sebagai pelaksana saja. Sementara segala keputusan ada pada pengambil kebijakan. Apabila nantinya dianggarkan kembali, kemungkinan besar sifatnya untuk menuntaskan yang kelas VII dan kelas VIII yang sekarang. Artinya, tidak ada penambahan penerima baru. 

“Tidak bisa memastikan untuk tahun depan. Jadi belum ada perencanaan apa-apa. Tapi, kalau dianggarkan kembali kemungkinan besar sifatnya menuntaskan, bukan menambah baru,” ungkap Ridwan. 

Baca Juga:  Heboh Penghapusan Guru Honorer Tahun 2027, Disdikbud Pamekasan Buka Suara

Sejauh ini, terdapat 5.104 santri yang mendapatkan manfaat program tersebut, masing-masing santri mendapatkan Rp500 ribu per bulan. Ridwan menegaskan, tidak ada kendala yang cukup signifikan dalam proses pencairannya, hanya saja terkadang kelengkapan dokumen kurang, sehingga berpengaruh terhadap waktu proses pencairannya. 

Saat ini, lanjut Ridwan, pencairan yang belum terealisasi hanya bagi santri yang di kelas VII, sebab dokumennya belum lengkap, yakni sebanyak 451 penerima. 

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Pencairannya langsung ke rekening penerima. Realisasinya setiap enam bulan sekali. Jadi dalam satu tahun masing-masing penerima mendapatkan Rp6 juta. Untuk jumlah pesantrennya ada 111 pesantren penerima bantuan itu,” jelasnya. 

Baca Juga:  Dipercaya Jadi Tuan Rumah Hardiknas, Momentum Pamekasan Lahirkan Energi Baru Pendidikan

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Imam Hosairi menyatakan, pihaknya tetap memperjuangkan program itu tetap terlaksana tahun depan. Sebab, selama ini dalam realisasinya cukup efektif untuk menunjang peningkatan pendidikan di Pamekasan.

“Kami perjuangkan agar teranggarkan kembali dengan anggaran yang tidak berkurang. Tapi tentu menyesuaikan dengan porsi anggaran yang tersedia dan efektivitas program,” tutur politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. 

Pewarta: Safira Nur Laily

Redaktur: Sule Sulaiman 

 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *