Baru Berumur Seminggu, Sistem Jaringan ADM Milik Dispendukcapil Pamekasan Bermasalah

News104 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) baru di-launching pada Kamis (23/11/2023) lalu. Namun, dalam pengoperasiannya sempat mandek selama dua hari. Pasalnya, jaringan telekomunikasi internetnya terputus yang diakibatkan oleh insiden terbakarnya bus Karina jurusan Jakarta-Sumenep beberapa waktu lalu.

Kasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Pamekasan M. Alfin Nour mengatakan, saat ini ADM sudah bisa dioperasikan kembali. Namun, masih belum ada penjaga yang secara rutin mengawasi tempat tersebut.

“Kebakaran itu kena ke sistem jaringan internet. Sehingga layanan di ADM sempat mandek, terganggu,” ungkap Alfin, Kamis (30/11/2023).

Dikatakan Alfin, pihaknya tidak bisa  memonitoring terkait berapa orang yang sudah melakukan layanan di ADM. Sebab, pendataannya berpusat di instansinya.

Baca Juga:  Kepala Dispendukcapil Pamekasan Bantah Ada Pemanggilan Kejari Terkait Polemik Sumbangan Bimtek Rp2,6 Juta

“Layanan utamanya tetap di kantor, di sana hanya untuk mencetak. Jadi kami tidak bisa mendata itu, karena belum pasti mereka mencetak di ADM,” jelasnya.

Alfin mengungkapkan, adanya ADM itu bisa mempermudah layanan mencetak dokumen kependudukan, seperti mencetak kartu keluarga (KK), akta kelahiran, dan dokumen lainnya, kecuali mencetak kartu tanda penduduk (KTP).

Menurut Alfin, keberadaan ADM itu juga bisa meningkatkan capaian identitas kependudukan digital (IKD). Sebab pengguna layanan harus mengakses IKD terlebih dahulu untuk mendapatkan layanan di ADM.

“Nanti ada penjaganya untuk mengarahkan pengaplikasiannya. Di samping itu juga ada monitor pemandunya,” tutur Alfin.

Baca Juga:  Kepala Dispendukcapil Pamekasan Bantah Ada Pemanggilan Kejari Terkait Polemik Sumbangan Bimtek Rp2,6 Juta

Sementara itu, Wahyuni, salah seorang warga asal Kelurahan Patemon mengutarakan bahwa diperlukan sosialisasi yang berkelanjutan terkait ADM. Sebab, tidak semua pengguna memahami secara detail terkait prosedur yang harus dilakukan.

“Kemarin ke sana, sebelum di-launching. Kalau untuk peruntukannya memang cukup membantu, tapi harus ada sosialisasi yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan Kabar Madura, ADM yang dibangun di Jalan Kabupaten itu tampak sepi. Di dalamnya terdapat dua mesin layaknya ATM yang siap digunakan yang dilengkapi dengan monitor panduan berupa video penggunaan ADM. Selain itu, juga ada kursi dan meja yang tidak ada orangnya.

Pewarta: Safira Nur Laily

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *