KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Target diatas 82 persen partisipasi masyarakat akan tercapai pada penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) tahun ini. Sedangkan 82 persen merupakan tingkat partisipasi masyarakat pada pemilu tahun 2019 lalu. Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan Mohammad Halili, Senin (11/12/2023).
Menurutnya, barometer keberhasilan penyelenggaraan pemilu bisa diketahui dari tingkat partisipasi masyarakat. Semakin tinggi partisipasi masyarakat, maka kualitas demokrasi lima tahunan akan semakin baik. Bahkan, partisipasi masyarakat pada pemilu juga menentukan pemimpin yang layak selama lima tahun kedepan.
“Terutama dalam membangun daerah atau negara Indonesia, sebaliknya, jika partisipasi masyarakat rendah berkurang, maka kualitas pemilu yang dijalankan akan semakin buruk,” ujarnya kepada Kabar Madura.
Pihaknya menuturkan, secara umum sudah ada 676.308 Daftar Pemilih Tetap (DPT). Ratusan ribu DPT merupakan hasil pendataan di 13 kecamatan di wilayah yang identik dengan slogan Bumi Gerbang Salam. Dari data itu diharapkan partisipasi masyarakat semakin optimal untuk menentukan pilihannya sesuai hati nuraninya.
“Insya Allah kami optimis tingkat kehadiran masyarakat atau partisipasi masyarakat pada pemilu 2024 mendatang jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2019 lalu. Karena kami sudah berupaya seoptimal mungkin menggelar kegiatan sosialisasi dari berbagai tahapan,” tuturnya.
Pewartra: Moh. Farid
Redaktur: Totok Iswanto





