Proyek Normalisasi Area Rawan Banjir Sumenep Tidak Kebagian Anggaran

News120 views

KABAR MADURA | Proyek normalisasi saluran di Desa Gelugur, Kecamatan Batuan, Sumenep, tidak bisa dilanjutkan di tahun 2024. Awalnya proyek tersebut akan dilanjutkan tahun ini, namun karena tidak mendapat alokasi anggaran, akhirnya harus digagalkan.

Kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep Eri Susanto melalui Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air Hendri Hartono, dengan gagalnya proyek tersebut, maka pengerjaannya harus menunggu pertengahan tahun 2024, yakni jika masuk program di perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Sumenep 2024. Jika tetap tidak bisa, dimungkinkan masih dapat dilanjutkan pada 2025 mendatang,

“Yang sudah dikerjakan itu sekitar 45 meter, sisanya masih sekitar 1 kilometer,” ujarnya, Kamis (4/1/2024).

Sebelumnya, proyek tersebut sudah menelan dana Rp366,8 juta. Untuk menyelesaikan proyek tersebut, masih membutuhkan Rp4 miliar hingga Rp5 miliar dengan jarak 1 kilometer. Harapannya, meski tidak dikerjakan, tidak dapat mengakibatkan genangan atau banjir pada tahun ini. Sebab, area rawannya sudah diantisipasi, selebihnya air mengalir ke sungai.

“Sebenarnya penting pengerjaan dapat dilakukan secara berkelanjutan hingga tuntas, namun keterbatasan anggaran membuat kami bingung, semoga tidak ada masalah pada saat musim hujan ya,” kata pria asal Kecamatan Lenteng itu.

JJS Kabar Madura

Meski gagal dibangun, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dulsiam meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait harus rajin membersihkan saluran yang sudah terbangun. Tujuannya, agar ketika hujan, air tidak tersumbat yang mengakibatkan genangan ataupun banjir.

“Ini salah satu cara yang harus dilakukan, agar tidak berdampak buruk pada masyarakat sekitar,” kata politisi PKB itu.

Pewarta: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *