KABAR MADURA | Tahun 2024, kegiatan normalisasi sungai di beberapa lokasi rawan genangan dan banjir di Sumenep tidak dianggarkan.
Kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep Eri Susanto melalui Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air Hendri Hartono, proyek normalisasi sungai tidak teranggarkan di tahun 2024 karena anggarannya digunakan untuk kegiatan lain.
Dia mengakui, sebenarnya banyak sungai butuh normalisasi, di antaranya sungai di Desa Muangan di Kecamatan Saronggi, Sungai Patrean, Sungai Sarokah, Sungai Sokrah, Sungai Ambat, dan Sungai Kalianjuk.
“Sungai-sungai itu perlu dilakukan noraisasi agar pada saat hujan tidak terjadi genanagan atu banjir,” papar Hendri, Selasa (9/1/2024).
Tidak tersedianya anggaran itu karena dialokasikan untuk kebutuhan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumenep 2024. Sehingga saat ini hanya melakukan kegiatan pemeliharaan saja.
“Karena dianggap lebih proritas pada kegiatan lain, sehingga pengerjaan fisik normalisasi sungai tidak masuk APBD 2024,” imbuh Hendri tentang alasan dialihkan ke kegitan lainnya.
Tidak masuknya anggaran normalisasi sungai itu di APBD Sumenep, kata Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Dulsiam, dinas terkait perlu kreatif dalam menjalankan kegiatannya, misalnya rutin melakukan pemeliharaan pada sungai yang telah dinormalisasi beberapa tahun sebelumnya.
“Intinya tidak harus selalu melakukan pekerjaan fisik jika memang APBD 2024 belum mampu, jika perlu dari sekarang mulai rutin melaksanakan pemeliharaan itu,” kata Dulsiam
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





