KABAR MADURA | Menjadi kebanggaan tersendiri bagi Budi Hartomo Sapta Wardhana ketika mampu membawakan tarian khas daerahnya ke mancanegara. Dia seniman asal Pamekasan yang berkesempatan menampilkan tari topeng gethak di luar negeri. Dia tidak pernah menyangka salah satu dari daftar keinginannya ini terkabul di waktu yang tidak terduga.
SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN
Pertemuan Budi dengan salah satu seniman asal Yogyakarta mengantarkan dirinya berhasil membawakan tari topeng gethak khas Pamekasan ke luar negeri. Performa yang dipentaskan Budi saat berkunjung ke Solo, membuat seniman itu mengajaknya berkolaborasi untuk menampilkan tarian yang kemudian dipentaskan ke beberapa negara; Belanda, Jerman, dan Belgia. Mendengar ajakan itu, dirinya kaget sekaligus senang.
“2007 saya tampil di Solo, kemudian bertemu dengan seniman yang bernama Martinus Mirotho. Beliau tertarik dengan penampilan saya, kemudian saya diminta untuk mengisi workshop di padepokannya. Habis itu sempat hilang kontak, ketemu lagi di 2011, dan langsung diajak kolaborasi buat karya untuk dipentaskan di Belanda, Jerman, dan Begia,” ujar Budi, Kamis (11/1/2024).
Kemudian dia bercerita, setelah sahur puasa Ramadan pada 2011, dirinya mendapat telepon dari seniman Solo tersebut. Tidak mau kehilangan kesempatan, Budi menyetujui ajakan itu. Tidak hanya itu, pada 2020 dan 2021, dirinya juga tampil dalam International Mask Festival (IMF). Hal itu menjadi capaian prestasi tersendiri baginya dalam perjalanan karirnya sebagai pelaku seni.
Bagi Budi, tari sudah mendarah daging dalam dirinya. Tari adalah sebuah keindahan dalam setiap gerakan yang dimainkan, bahkan ada makna tersendiri di dalamnya. Kemampuan itu dia warisi dari sang ayah. Menurutnya, kearifan lokal harus tetap dilestarikan dari zaman ke zaman.
“Serius di dunia tari pas kuliah. Sebenarnya ambil jurusan tari waktu itu ngasal, menarinya saya tidak sebagus dengan penari Jawa. Ternyata keterima, jadi mau gak mau dijalani. Akhirnya saya tekuni dunia tari,” terangnya.
Redaktur: Sule Sulaiman





