KABAR MADURA | Dana alokasi khusus (DAK) untuk program sanitasi 2024 yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Pamekasan Muharram, Minggu (14/1/2024).
Menurutnya, pada tahun ini, DAK yang didapatkan untuk program sanitasi sebesar Rp10 miliar. Sementara tahun lalu, anggaran yang diperoleh sebesar Rp14 miliar. Namun meski berkurang, Muharram memastikan program tersebut akan tetap berlanjut, sebab dibutuhkan oleh masyarakat.
“Karena anggaran dari pusat berkurang, maka transfer ke daerah juga berkurang. Tetapi, ini tidak hanya berlaku di Pamekasan, berlakukan di seluruh kabupaten/kota di Indonesia,” jelasnya.
Muharram mengungkapkan, untuk program sanitasi 2023 sudah tuntas seratus persen, kurang lebih ada 16 titik. Sedangkan untuk 2024 diperkirakan akan ada 12 titik, namun lokasinya masih belum ditentukan.
“Untuk 2024 masih diverifikasi terhadap daftar pelaksanaan anggaran (DPA), baru setelahnya melaksanakan semacam perencanaan, pengumuman RUP, sekaligus kelengkapan DPA. Kemudian setelah perencanaan selesai baru kami agendakan terhadap pengadaan barang dan jasanya,” imbuhnya
Untuk proses pengerjaannya, tambah Muharram, akan menerapkan swakelola. Sehingga nantinya akan di-handle oleh kelompok swadaya masyarakat yang ada di masing-masing desa.
“DAK itu sudah ada petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis. Jadi, kami menyesuaikan,” tegasnya.
Dia menyebut, pihaknya sudah mengantongi titik mana saja yang membutuhkan program sanitasi. Data itu diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS).
‘Program sanitasi ini acuannya berada pada desa-desa yang terdampak stunting, sehingga itu yang menjadi pertimbangan utama dari pemerintah pusat dalam menggelontorkan anggaran DAK,” tukasnya.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Sule Sulaiman





