KABAR MADURA | Ada sebuah komunitas yang konsen bergerak di bidang literasi. Komunitas ini menyasar khusus anak-anak desa dalam penguatan literasi. Sebut saja Pondok Literasi, satu dari sekian komunitas yang outputnya tentang melek pendidikan literasi di Pamekasan.
SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN
Usia komunitas Pondok Literasi ini masih satu tahun. Namun, keberadaanya di Desa Plakpak memberikan perwajahan baru bagi anak desa setempat. Mereka yang awalnya malu tampil di depan publik, kini mulai unjuk diri dengan potensi yang dimilikinya di berbagai macam kejuaraan. Mereka yang awalnya ragu menulis di platform media, kini aktif memamerkan karyanya ke publik tanpa minder. Dan perubahan-perubahan positif lainnya.
Keberadaan Pondok Literasi ini sebagai wadah bagi masyarakat sekitar dalam mengembangkan potensi diri, utamanya dalam dunia baca dan tulis menulis. Tahun 2023 lalu, komunitas itu terbentuk dengan harapan bisa melahirkan penulis dan pemuda bertalenta dari desa.
“Kalau minat literasinya di sana cukup bagus sebenarnya. Tapi karena tidak ada wadah saja. Makanya dibentuklah Pondok Literasi untuk merawat budaya literasi itu sendiri,” jelasn Koordinator Pondok Literasi Hendra Purnomo, Minggu (14/1/2024).
Penekanan dari program komunitas ini adalah kepenulisan berbasis islami. Konsep tersebut bukan sekadar dibentuk tanpa tujuan. Hendra mengungkapkan, melalui konsep itu, karya yang tercipta diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi pembacanya.
“Istilahnya dakwah bilqalam,” tambahnya.
Tidak hanya itu, penguatan literasi yang diajarkan juga meliputi pendidikan literasi digital. Seperti halnya edukasi mengenai etika bermedia sosial di masa sekarang. Menurutnya, hal itu perlu juga dikampanyekan. Ke depan, tentu ada capaian-capaian baru yang perlu ditingkatkan.
“Anggotanya memang sedikit, sekitar 12 orang. Tapi perubahannya cukup signifikan selama satu tahun terakhir ini,” papar Hendra.
Redaktur: Sule Sulaiman





