KABAR MADURA | Tahun ini, Pamekasan tidak mendapatkan jatah bantuan wanita rawan sosial ekonomi (WRSE) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Azis Jamil, Selasa (30/1/2024).
Dia mengatakan, biasanya dilakukan verifikasi data calon penerima pada tahun sebelumnya. Namun, akhir 2023 lalu, tidak ada imbauan dari pemprov terkait pelaksanaan verifikasi data tersebut.
“Mungkin karena menyesuaikan dengan anggaran juga. Kebetulan pada 2023 Pamekasan sudah dapat, jadi gantian dengan kota lain. Biasanya kalau dapat, verifikasi calon penerima dilakukan di tahun sebelumnya,” jelasnya kepada Kabar Madura.
Aziz menegaskan, pada 2023 Pamekasan mendapatkan kuota 60 orang, yang tersebar di dua desa, yakni Desa Srambah dan Desa Jambringin Kecamatan Proppo. Masing-masing orang mendapatkan Rp3 juta. Bantuan itu untuk mengembangkan usaha yang dikelolanya.
“Selain harus masuk terdaftar di data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), calon penerima juga harus memiliki usaha. Karena peruntukannya memang untuk kemajuan usahanya,” imbuh Aziz.
Sementara Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Imam Hosairi mengutarakan, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait harus jemput bola untuk mencari jenis bantuan lainnya. Menurutnya, ada beberapa bantuan sosial lain dari pihak ketiga yang bisa dikoordinasikan.
“Kalau memang sudah tidak dapat jatah ya tidak apa-apa. Tapi dinas terkait harus bergerak dari kursinya untuk koordinasi mendapatkan bansos lain. Jadi, segera koordinasikan dengan pemprov atau pihak yang bersangkutan lainnya,” tegas Imam.
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Sule Sulaiman





