KABAR MADURA | Rekapitulasi penghitungan suara di Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, di tingkat kabupaten menuai banyak sorotan. Hal itu tidak lepas dari insiden hilangnya perolehan suara sejumlah calon legislatif.
Sebelumnya, calon legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN), Slamet Aryadi, melakukan protes secara langsung ke Kantor Kecamatan Lenteng.
Protes itu dilakukan Anggota DPR RI itu, lantaran Panitia Penyelenggara Kecamatan (PPK) Lenteng, dianggap berlaku curang setelah perolehan suara miliknya hilang saat rekapitulasi di tingkat kecamatan.
“Jangan main curang seperti ini,” tegas Slamet saat mendatangi Kantor Kecamatan Lenteng beberapa hari yang lalu.
Insiden hilangnya perolehan suara tidak hanya dialami oleh Slamet Ariyadi, terbaru, Caleg DPRD Provinsi Jawa Timur dari Partai Kebangkitan Bangsa mengalami insiden serupa.
Ironisnya, suara legislator Madura itu hilang setelah PPK Lenteng menerbitkan D Hasil Kecamatan pada Kamis (29/02/2024).
Alyadi yang sebelumnya memperoleh suara 3.249 versi D Hasil yang sudah ditandatangani sejumlah saksi partai politik itu, harus merelakan 2.000 suaranya hilang.
Hilangnya 2.000 suara itu, diketahui hilang saat PPK Lenteng membacakan D Hasil Kecamatan pada rekapitulasi tingkat kabupaten, Minggu (03/03/2024) malam.
Berbeda dengan Alyadi yang kehilangan perolehan suara, Caleg DPRD Provinsi Jatim sesama PKB Nur Faizin malah mendapatkan tambahan suara.
Nur Faizin yang sebelumnya memperoleh 5.450 suara versi D Hasil Kecamatan, Kamis (29/02/2024), malah mendapatkan tambahan 2.000 suara menjadi 7.450, saat rekapitulasi tingkat kabupaten dibacakan PPK Lenteng, Minggu (03/03/2024) malam.
Sontak, insiden hilangnya perolehan suara sejumlah caleg di Kecamatan Lenteng ini, menuai sorotan netizen.
“Ini kenapa di Lenteng selalu kejadian suara hilang, tidak beres rea,” tulis akun marx channel pada live youtube KPU Sumenep New, Minggu (03/03/2024) malam.





