Angka Pernikahan di Pamekasan Alami Penurunan, Sosiolog: Karena Insecure Masculinity

News165 views

KABAR MADURA | Angka pernikahan 2023 di Pamekasan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Padahal, selama empat tahun terakhir yakni sejak 2020, data pernikahan setiap tahunnya naik sekitar seratus hingga empat ratusan. Namun, pada 2023 berada di angka 6.722, turun sekitar 694 dari 2022 yang tembus di angka 7.416. 

Menanggapi hal tersebut, Sosiolog Madura, Novi Kamalia mengatakan, menurunnya angka pernikahan itu harus dikaji dari berbagai aspek. Menurutnya, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi angka tersebut menurun. Salah satunya, karena insecure masculinity.

“Penurunan angka ini tidak bisa dijadikan sebuah masalah besar. Karena memang ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Bisa saja, angka kelahiran di Pamekasan selama beberapa tahun terakhir mengalami penurunan,” terangnya kepada Kabar Madura, Kamis (14/3/2024). 

Novi menjelaskan, dewasa ini, kemandirian psikis atau ekonomi yang dimiliki perempuan mengakibatkan laki-laki tidak memiliki cukup keberanian untuk menikah, meski sudah di usia matang lantaran takut tersaingi. 

Faktor lain, juga dikarenakan berubahnya pola pikir masyarakat lokal yang dipengaruhi oleh akses informasi. Terlebih, informasi mengenai perceraian yang rata-rata disebabkan karena faktor ekonomi dan perselingkuhan. Sehingga, mengakibatkan masyarakat berpikir dua kali untuk menikah sebelum dianggap mampu secara finansial dan mental. 

“Zaman dulu masyarakat beranggangan bahwa menikah adalah tujuan akhir hidup. Namun, sekarang, rata-rata masyarakat mulai menganggap bahwa menikah adalah tahapan dalam hidup. Jadi mereka sudah mulai terbuka,” ungkap alumnus Universitas Indonesia (UI) itu. 

Novi menambahkan, penurunan angka pernikahan itu juga cukup berdampak terhadap populasi penduduk di Pamekasan. Kata Novi, dengan menurunnya angka pernikahan itu, angka kelahiran juga menurun. 

“Tapi itu bukan soal. Kita lihat dulu, apakah populasi penduduk di Pamekasan selama ini padat atau terbilang kurang. Kalau padat, ya berarti ini menjadi solusi,” terambah Ketua Koloman Budaya Civitas Kotheka itu. 

ANGKA PERNIKAHAN 4 TAHUN TERAKHIR DI PAMEKASAN

  • 2020: 7.074
  • 2021: 7.154
  • 2022: 7.416
  • 2023: 6.722 

Pewarta: Safira Nur Laily

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *