KABAR MADURA | Kegiatan mendongeng adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah cerita. Penguatan karakter menjadi daya tarik tersendiri dalam mendongeng. Di samping itu, juga ada pemilihan cerita yang menjadi penentu bagi pendengar untuk bisa mendengarkan dan menyerap makna cerita yang disampaikan dengan baik. Selain mengasyikkan, mendongeng juga menjadi sarana dakwah yang bisa ditangkap dengan mudah oleh pendengar, terutama bagi anak-anak.
Sekitar 2022 lalu, Rumah Literasi mulai menerapkan kegiatan dongeng untuk pesertanya, yang notabene masih anak-anak. Tujuannya, agar kegiatan literasi di dalamnya bisa lebih mudah diterima.
Koordinator Rumah Literasi Hendra Purnomo mengatakan, dengan mendongeng, kegiatan literasi bisa terkaver secara bersamaan. Sebab, mereka tidak hanya dituntut untuk menulis, namun juga untuk membaca. Menurutnya, kedua kegiatan itu tidak serta-merta mudah dilakukan di usia kanak-kanak, sebab cenderung membosankan.
Sehingga dibuatkan program mendongeng dengan gaya bertutur secara ekspresif agar cerita-cerita yang disampaikan mudah diserap.
“Rata-rata anggotanya umur 9 hingga 10 tahun. Sekitaran kelas 3 dan 4 SD. Jadi mereka lebih senang dengan cara bercerita daripada langsung disuruh menulis atau membaca,” jelasnya, Minggu (24/3/2024).
Di hari biasa, kegiatan mendongeng dilakukan setiap satu atau dua bulan. Sementara di bulan Ramadan, mendongeng dilakukan ketika sebelum buka puasa. Harapannya, selain bisa menangkap nilai-nilai cerita yang didongengkan, anak-anak itu nantinya juga bisa mahir dalam berdongeng. Tema-tema cerita yang dituturkan beragam, mulai dari sosial, cerita-cerita para nabi, dan cerita islami lainnya.
“Dongeng ini salah satu cara kami untuk menguatkan literasi anak-anak. Mulai dari membaca, menulis, hingga mendengarkan,” terangnya.
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Sule Sulaiman





