Akses Menuju Objek Wisata di Sumenep Dianggap Kurang Memadai

News89 views

KABAR MADURA | Menjadi salah satu penyumbang aktif pendapatan asli daerah (PAD) setiap tahun ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, namun infrastruktur ke sejumlah objek wisata belum memadai.

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep H Masdawi menilai, perhatian pemerintah terhadap destinasi wisata itu masih jauh dari kategori ideal. Bukan hanya persoalan infrastruktur, tapi juga fasilitas penunjang juga masih kurang.

“Kita ada beberapa destinasi di Sumenep. Artinya pasti ada pengembangan destinasi wisata melalui organisasi perangkat daerah (OPD), apalagi objek wisata itu produktif sumbang  PAD, tapi perhatikan aksesnya masih jauh dari harapan,” kata Masdawi.

Di daratan, seperti halnya wisata Pantai Lombang di Kecamatan Batang-batang, penempatan bangunannya dinilai tidak tertata dengan benar. Akses masuknya juga disebut kurang bagus.

“Kalau ke kepulauan jangan tanyakan lagi, pertandingannya di daratan saja masih rusak jalannya apalagi di kepulauan, meski banyak juga objek wisata di kepulauan,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata  (Disbudporapar) Sumenep  Mohammad Iksan selaku penggerak di bidang wisata mengatakan, untuk pembenahan fasilitas atau perawatan masih belum ada anggarannya.

“Belum ada anggaran khusus untuk perawatan, kami lakukan perbaikan jika nanti ada,” kata Iksan kepada Kabar Madura.

PAD yang dikumpulkan dari objek wisata sekitar Rp650 juta setiap tahunnya. Hal itu didapat di antaranya dari Pantai Lombang, Pantai Slopeng.

Iksan mengakui bahwa infrastruktur masih jauh dari ideal, tetapi pihaknya mengaku sudah aktif melakukan berbagai upaya.

“Termasuk koordinasi dengan OPD lain yang menangani infrastruktur juga kami lakukan,” ucap Iksan.

Pewarta: Moh. Razin

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *