Dibiarkan Tidak Ditempati, Sentra Batik Klampar Disebut Salah Desain

News148 views

KABAR MADURA | Pemanfaatan sentra batik di Pamekasan sejauh ini tidak maksimal. Bangunan yang diresmikan sejak tahun 2022 itu kini tampak tidak terawat dan sepi peminat. Padahal, sentra batik yang berlokasi di Desa Klampar itu digadang-gadang akan menjadi pusat kegiatan industri batik-membatik di Kota Gerbang Salam. 

Kepala Desa Klampar Badrus Saleh mengatakan, tidak maksimalnya pemanfaatan bangunan itu lantaran salah desain gedung. Mestinya, lanjut Badrus, desain gedung yang disepakati sejak awal berbentuk kios-kios yang berjejer. Sehingga, masyarakat bisa menempatinya setiap kios yang ada. Namun, seiring dengan proses pembangunannya, konsep desain gedung berubah menjadi seperti yang sekarang. 

“Konsep bangunan yang disepakati dulu dengan kami, tanean lanjeng yang berbentuk kios-kios ukurannya sekitar 3×3, bahkan ada gambarnya. Tapi, entah kepana malah berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Makanya sepi peminat hingga sekarang,” terangnya kepada Kabar Madura, Senin (25/3/2024). 

Padahal, menurut Badrus, masyarakat setempat awalnya sudah banyak yang menyetujui untuk menempati sentra itu dengan konsep awal. Namun, bangunan dengan konsep baru yang sudah rampung itu dianggap tidak cocok dan tidak strategis, maka masyarakat enggan untuk menempatinya. 

Saat ini, sebagian gedung yang ada di sentra batik, diakui Badrus, memang digunakan untuk kegiatan olahraga, seperti bulu tangkis. Pihaknya mengakui bahwa hal itu memang menyalahi aturan pemanfaatan. Namun, tujuan diperbolehkannya sentra itu dijadikan sebagai sarana olahraga sebagai bentuk mengembangkan dan menghidupkan suasana di sentra batik. 

“Soalnya kalau tidak dirangsang dengan kegiatan olahraraga, tidak jalan, akan mati begitu. Meski secara administrasi memang salah,” jelasnya. 

Kendati demikian, agenda-agenda pelatihan seperti yang sudah terealisasi di tahun sebelumnya diupayakan tetap ada. Akan tetapi, sejauh ini masih belum ada pengajuan pelaksanaan pelatihan dari pihak ketiga. Ke depan, pihaknya akan membahas lebih lanjut kepada pemerintah daerah setempat terkait keberlanjutan gedung sentra.

“Setelah lebaran kami akan berencana berkunjung ke Pj. bupati terkait pembangunan sentra. Karena masyarakat masih sangat berharap dengan adanya pembangunan kios-kios,” bebernya. 

Pewarta: Safira Nur Laily

Redaktur: Sule Sulaiman 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *