KABAR MADURA | Konflik yang terjadi antara Iran dengan Israel berpotensi memberikan dampak buruk terhadap kondisi perekonomian nasional maupun daerah.
Pandangan itu disampaikan oleh Praktisi Ekonom Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura Fahrurozi, Senin (22/4/2024). Menurutnya, apabila konflik kedua negara itu terus-menerus terjadi, maka akan ada inflasi berkepanjangan. Hal itu dikarenakan terjadi kenaikan harga terhadap minyak mentah, kegiatan ekspor-impor tidak stabil, dan melemahnya nilai tukar rupiah.
“Adanya kenaikan harga energi itu mengakibatkan inflasi. Selain itu, diakui atau tidak, Israel itu bagian dari negara adidaya yang akan berakibat pada nilai tukar rupiah,” terang Ketua Prodi Ekonomi Syariah tersebut.
Dia mengatakan, ekonomi anjlok itu bisa terjadi lantaran Iran merupakan salah satu penghasil minyak mentah yang cukup diperhitungkan. Sehingga berpengaruh terhadap kondisi perekonomian secara global.
Sehingga, kata Rosi, perlu langkah antisipasi, salah satunya melalui upaya mengurangi impor minyak mentah dengan cara mengembangkan energi tata surya. Kemudian, menstabilisasi nilai tukar rupiah dengan cara mengintervensi pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah yang disebabkan adanya geopolitik dua negara tersebut.
Selain itu, juga peningkatan ketahanan ekonomi yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah. Hal ini bisa dilakukan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan cara peningkatan keahlian melalui pelatihan.
“Secara jangka pendek mungkin ini tidak terlalu dirasakan, akan tetapi untuk jangka panjang, jika konflik geopolitik ini masih terus terjadi, tentu akan berdampak kepada kita karena eksistensi ekonomi di Timur Tengah itu cukup diperhitungkan,” ungkapnya.
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Sule Sulaiman





