Atas Nama Kepulauan, Abu Hasan Janji Tidak Daftar selain PKB

News, Pemilu, Politik168 views

KABAR MADURA | Tergiur dengan kontes Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Abu Hasan resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati (bacabup) Sumenep ke Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumenep, Senin (29/4/2024).

Alasan mendaftar cabup meski kalah pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2024 lalu, dirinya mengaku tidak jera untuk berkarir di kancah perpolitikan.

Meski gagal menuju ke Senayan, dia merasa rugi sebagai kader partai besar di Kota Keris ini jika hanya diam saja.

“Sebagai kader PKB, saya merasa rugi kalau tidak mencalonkan diri sebagai cabup karena sudah punya tiket emas sebagai pemenang di Sumenep,” kata Abu Hasan.

Berbekal elektabilitas tinggi di kepulauan, anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep itu mengaku tidak akan mendaftar ke partai politik lain dan memilih setia dengan PKB sampai mati.

Dia mengaku sangat percaya diri, bahkan mengklaim bahwa dirinya maju sebagai bacabup tanpa tim sukses dan tanpa uang.  Dia akan menerapkan strategi yang biasa dipakai partainya.
“Itu petunjuk Gus Dur, dan saya pasti akan melaksanakan itu. Saya yakin pasti menang, karena PKB punya kepercayaan dari masyarakat. Itulah konsep-konsep yang dianut oleh PKB,” ucap Abu Hasan.

Alasan dirinya begitu percaya diri, karena Sumenep merupakan basis santri dan pondok pesantren. Sebab itu, dia meyakini  PKB pasti menang di kontestasi Pilkada Sumenep 2024 nanti.

“Sebagaimana putra Pulau Kangean, kami tidak memiliki kuasa untuk menahan siapa pun dalam penentuan suara. Tapi Tuhan melahirkan saya sebagai anak pulau, dan saya bangga,” imbuhnya.

Diketahui, Abu Hasan sebelumnya juga sempat mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI pada Pileg 14 Februari lalu.

Ketua Desk Pilkada PKB Sumenep Kamalil Irsyad mengatakan, hingga saat ini sudah ada dua bacabup yang resmi mendaftar ke PKB. Sementara yang mendaftar secara online namun belum menyerahkan berkas hard copy ke DPC PKB Sumenep adalah KH. Muh Unais Ali Hisyam.

“Rencananya hari ini beliau akan mengantarkan berkasnya, tapi yang resmi daftar bacabup masih dua orang,” paparnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Sumenep Kiai Imam Hasyim mengaku tidak menyarankan atau merekomendasi kadernya daftar sebagai calon kepala daerah di partai lain.

Pernyataan itu disampaikan setelah beberapa kader PKB Sumenep mendaftar jadi calon kepala daerah melalui Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Namun dia juga tidak akan menghalangi hal itu. Alasannya, dia tidak bisa menjamin rekomendasi dari partainya jatuh ke kadernya sendiri. Selain itu, dia merasa tidak berhak menghalangi hak setiap kadernya.

“Itu hak mereka karena mereka masih belum menentukan, meski kami PKB sebenarnya bisa mencalonkan sebagai calon bupati (cabup) dan cawabup,” kata dia.

Apalagi, tegas Kiai Imam, selama ini, proses pendaftaran mereka ke partai politik (parpol) lain berdasarkan inisiatif dari beberapa kader PKB secara personal. Sebab DPC PKB Sumenep menyadari tidak mempunyai hak merekomendasi tanpa izin dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB.

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) At-Taufiqiyah Bluto Sumenep itu tidak banyak berpikir terkait persiapan partainya bertarung di Pilkada 2024 mendatang. Termasuk akan berkoalisi dengan partai mana juga masih belum dirancang sebab masih fokus pada tahapan pendaftaran.

Secara kuantitas, PKB Sumenep mampu bertarung dengan mengusung cabup dan cawabup sendiri. Pada pemilihan umum legislatif (pileg) lalu, PKB berhasil mendapatkan 10 kursi DPRD Sumenep. Jumlah itu cukup untuk mengantarkan PKB mengusung calon bupati dan wakil bupati tanpa koalisi.

“Jadi kami masih menerima pendaftaran, sibuk menerima pendaftaran. Ini kami perihal mereka mendaftar ke partai di mana saja ya dipersilahkan, tapi itu inisiatifnya sendiri, bukan mendapatkan rekom, dari DPP kami masih belum memberikan rekom,” imbuhnya.

Pewarta: Moh. Razin

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *