KABAR MADURA | Tahun 2024 ini, pengembangan produk olahan berbahan dasar ikan tidak menjadi prioritas Dinas Perikanan (Diskan) Sumenep. Program tersebut tidak dianggarkan, karena hanya akan melaksanakan program gerakan memasyarakatkan makan ikan atau Gemarikan.
Kepala Diskan Sumenep Agustiono Sulasno melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran Heru Faizal membenarkan bahwa program pengembangan produk olahan berbahan dasar ikan bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) itu tidak mendapatkan anggaran.
“Jadi, bagi pelaku UMKM di Sumenep tidak mendapatkan program pengembangan produk olahan ikan tahun ini,” katanya, Senin (13/5/2024).
Para pelaku UMKM saat ini diharuskan mandiri dalam mengembangkan usahanya itu. Menurut Heru, jika anggaran bisa didapat dari bantuan pemerintah pusat, program tersebut dapat direalisasikan kembali. Pada tahun sebelumnya, program tersebut mendapat anggaran senilai Rp100 juta dari APBD Sumenep.
Terdapat sekitar 500 produk UMKM di Sumenep yang dinyatakan belum memiliki kualitas yang bagus. Sehingga, tidak dipasarkan keluar daerah, misalnya keripik ikan, batagor, serta pentol berbahan baku ikan. Sedangkan sekitar 20 UMKM sudah dapat mengembangkan usahanya secara mandiri.
Pria yang akrab disapa Icang ini mengutarakan, tahun ini hanya terfokus pada program Gemarikan dengan anggaran Rp60 juta. Meskipun masihberkaitan dengan ikan, tetapi bukan pada pengembangan usahanya.
“Masyarakat hanya diimbau dan diberikan makanan ikan, insya Allah pelaksanaannya pekan keempat Mei,” tegas dia.
Sementara itu, Ihsan, salah seorang pelaku UMKM asal Desa Kolor, Sumenep, mengatakan bahwa dalam mengembangkan usahanya cenderung mandiri. Selama ini tidak ada bantuan dari pemerintah. Harapannya, mendapatkan perhatian seperti, bahan-bahan olahan yang berkaitan dengan ikan, termasuk juga dalam pengemasan produknya.
“Saya mengembangkan usaha secara mandiri,” kata Ihsan.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





