KABAR MADURA | Dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pamekasan sudah cair. Namun, dari total Rp1,3 miliar lebih hibah yang didapat, hanya 50 persen yang bisa dicairkan.
Ketua KONI Pamekasan Djohan Susanto mengatakan, dana hibah itu untuk cabang olahraga (cabor) binaannya. Masing-masing mendapatkan nominal yang tidak sama, disesuaikan dengan prestasi dan kebutuhan setiap cabor.
“Total Rp1.375.000.000. Tapi Rp375 juta punya PSSI, langsung mengajukan sendiri ke pemkab untuk Liga 3,” paparnya kepada Kabar Madura, Minggu (19/5/2024).
Sementara sisa hibah yang 50 persen masih bisa dicairkan pada semester kedua. Sebab, pemkab setempat menjadwalkan pencairan pada semester kedua. Johan menyebut, pencairan tahap pertama dana hibah itu sudah didistribusikan ke setiap cabor binaan.
“Dana itu disesuaikan dengan prestasi cabor,” singkatnya.
Terpisah, Pelatih Aeromodelling Rudi Hartono mengutarakan, tahun ini pihaknya kecipratan hibah Rp22.500.000. Nominal itu terbilang sedikit dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, yang pernah mendapatkan Rp60 juta dalam satu tahun. Kendati demikian, pihaknya bersyukur atas adanya hibah itu, sebab bisa menunjang prestasi atlet binaannya.
“Kalau dua tahun sebelumnya (2022 dan 2023) kami tidak dapat sama sekali. Jadi yang sekarang kami bersyukur dapat, meski yang diharapkan sebenarnya Rp50 juta, karena dulu pernah dapat Rp60 juta,” jelas Rudi.
Dijelaskan, hibah tersebut diperuntukkan dalam pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras) cabor. Selain itu, juga untuk persiapan-persiapan dalam mengikuti event kejuaraan. Menurutnya, ketersediaan dana hibah dari pemkab cukup berdampak terhadap pemenuhan prestasi setiap cabor. Dia berharap, dengan adanya dana itu, prestasi di cabornya semakin meningkat.
“Secara tidak langsung ada efeknya, karena ketika tidak mampu mengkaver kebutuhan cabor, maka latihan terkendala dan akan berpengaruh pada prestasi atlet,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Wardatus Sarifah menegaskan, anggaran itu diharapkan bisa diperuntukkan sebagaimana mestinya. Sehingga, anggaran yang dikeluarkan tepat guna. Kata Wardah, saat ini olahraga di Pamekasan dirasa kurang booming, sehingga diperlukan kinerja yang lebih optimal dari KONI dan cabor.
“Penjaringan atlet tidak boleh tebang pilih. Harus orang-orang yang kompeten, sehingga prestasi olahraga semakin maju, dan hibah yang digelontorkan tepat sasaran dan tepat guna,” tekan politisi Partai Nasdem itu.
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Sulaiman





