KABAR MADURA | Sebanyak 9 bakal calon wakil bupati (bacawabup) telah mendaftarkan diri ke DPC PDI Perjuangan Sumenep.
Kondisi itu tentunya, untuk berebut jadi wakil petahana untuk mendampingi Achmad Fauzi Wongsojudo pada Pilkada 2024.
Ada nama yang dinilai paling potensial untuk mendampingi Fauzi. Dua figur tersebut adalah sama-sama perempuan. Namun selain memiliki potensial, tapi juga sama-sama memiliki celah.
Hal itu disampaikan oleh pengamat politik Sumenep Wildan Rosaili. Menurutnya, kedua srikandi Sumenep itu sama-sama mempunyai kiprah besar dalam dunia perpolitikan di Madura.
Kedua sosok bacawabup tersebut di antaranya Nyai Dewi Khalifah yang pernah mendampingi Achmad Fauzi Wongsojudo pada pilkada sebelumnya dan ada Nyai Nur Fitriana Busyro Karim yang merupakan kader PKB Sumenep, sekaligus istri mantan Bupati Sumenep.
“Kalau pendekatannya pada partai tentu pak Achmad Fauzi Wongsojudo butuh PKB maka nyai Nur Fitriana Busyro paling berpeluang,” kata dia.
Sementara Nyai Eva, tidak didukung oleh partai baik, pada Pilkada 2020 lalu dia tidak didukung oleh partainya sendiri, Hanura. Sementara tahun ini, bakal didukung Partai Golkar yang notabenenya tidak mempunyai kursi di legislatif.
Tetapi secara publik figur, Nyai Eva lebih tinggi elektabilitasnya, beberapa kali bertarung elektoral tinggi. Artinya jika lawan petahana cukup berat maka tentu pilihannya boleh ke pengasuh Pondok Pesantren Aqidah Ustmuni Tatate itu.
“Nyai Fitri tidak terbukti, kemarin kalah di Pemilihan Umum (Pemilu) gagal jadi DPRD Jawa Timur priode selanjutnya. Jika lawannya tidak cukup berat maka bisa menggandeng Nyai Fitri,” imbuhnya.
Sementara itu, Nyai Eva pernah mengatakan, dirinya mempunyai harapan besar, sehingga kembali mendaftar ke PDI Perjuangan Sumenep. Bahkan sudah mendapatkan restu dari keluarga besarnya.
“Termasuk juga wasiat dari mendiang suami sebelum beliau wafat, memang mengarahkan ke PDI Perjuangan,” paparnya.
Sedangkan Nur Fitriana Busyro Karim juga optimis mendapatkan rekomendasi dari PDI Perjuangan Sumenep, yang secara kekuatan sudah tidak diragukan lagi.
“Harus optimis, apalagi PDI Perjuangan memang pada Pemilu 2024 lalu,” ujarnya.
Ketua Desk Pilkada 2024 PDI Perjuangan Sumenep, Zainal Arifin mengatakan pendaftaran bacabup dan bacawabup yang dibuka pihaknya dimulai sejak 24 April 2024 dan berakhir pada 18 Mei 2024 itu berhasil menjaring beberapa calon.
Dari 12 orang yang telah mengambil formulir. Terdapat 9 orang yang mengembalikan atau resmi mendaftar di antaranya Nurfitriana Busyro Karim (Polititisi PKB/anggota DPRD Provinsi Jawa Timur aktif).
Lalu Herman Dali Kusuma (mantan ketu DPRD Sumenep, politisi PKB), Faisal Muhlis (wakil ketua DPRD Sumenep, politisi PAN), KH Qusyairi (pengasuh ponpes), Syamsul Arifin (kepala desa).
Nyai Eva (Wabup aktif), KH Hamid Ali Munir (Ketua DPRD Sumenep aktif, Politisi PKB), Suharinomo (Anggota DPRD Sumenep aktif, Politisi PAN), dan Nizar Kherid (mantan jurnalis) pendaftar terakhir.
“Ada 9 orang resmi mendaftar dan sudah mengembalikan formulir sebagai bacawabup dan satu bacabup” tutur Zainal.
Pewarta: Moh.Razin
Redaktur: Fathor Rahman





