Balai Benih Ikan Pamekasan Selalu Gagal Pembibitan Ikan Bawal

News225 views

KABAR MADURA | Capaian pendapatan asli daerah (PAD) Balai Benih Ikan (BBI) Pamekasan pada triwulan kedua 2024 ini mencapai Rp15.760.000.

Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan Luthfie Asy’ari mengatakan, target tahun ini senilai Rp45 juta. Pihaknya meyakini target tersebut bisa tercapai dan melampaui. Pasalnya, pembelian benih ikan bergantung pada musiman. Sehingga, capaian setiap bulannya tidak menentu.

“Pembeli itu musiman. Paling banyak di bulan Januari, tembus Rp4,5 juta. Februari, Rp3,350 juta. Maret Rp2, 270. April, Rp2.180.000, dan sisanya di bulan Mei,” papar Luthfie, Senin (3/6/2024). .

Untuk mengoptimalkan pemerolehan PAD, pihaknya akan memperbanyak produksi ikan. Namun hal tersebut dibutuhkan biaya operasional yang mencukupi, seperti pakan yang berkualitas. Meski tidak menyebutkan secara detail anggaran operasional dalam setahun, Lutfi mengungkapkan bahwa biaya operasional dan pendapatan retribusi yang didapat seimbang.

“Pakan ikan memang tidak sedikit. Satu bulan minimal lima sak. Bisa-bisa 10 sak. Tapi diupayakan seminimal mungkin pengeluarannya, agar pendapatan dan pengeluarannya tidak jomplang,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Petugas BBI Samsul Bahri mengatakan, terdapat 8 jenis ikan yang ada di BBI, di antaranya, lele, gurame, koi, dan lainnya. Masing-masing memiliki harga yang berbeda, bergantung jenis dan ukurannya. Namun, tidak semua ikan berproduksi dengan baik, seperti ikan bawal. Populasinya hanya sekitar 100 ekor induk. Sementara bibitnya, terbilang tidak ada, karena selalu gagal pembibitan. Hal itu tentu berpengaruh terhadap setoran retribusi.

“Kalau bawal, setelah dikawinkan dan bertelur mati. Nah, itu masih jadi PR bagi kami agar pembibitan ikan bawal ini tidak selalu gagal,” kata Samsul.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Ismail A. Rahim mengatakan, sinas terkait tidak boleh pasif dalam capaian PAD tersebut. Menurutnya, perlu dilakukan kerja sama dengan masyarakat atau pembudidaya ikan lainnya, untuk menunjang capaian PAD tersebut.

“Harus melakukan penyuluhan kepada masyarakat terkait budidaya ikan ini. Jangan hanya menganggap PAD ini sebagai rutinan tahunan saja. Tapi harus berdampak ke sekitar juga,” ungkap politisi Partai Gerindra tersebut.

Pewarta: Safira Nur Lalily

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *