Nelayan Kepulauan Sumenep Merasa Kurang Diperhatikan

News226 views

KABAR MADURA | Nelayan di kepulauan Sumenep mulai mengeluh terhadap pihak yang menggunakan alat tangkap cantrang yang tidak kunjung dapat diantisipasi.

“Keluhan Masyarakat, para nelayan di kepulauan khususnya di Masalembu kini masih banyak mengeluh,” kata Wakil Ketua Persatuan Nelayan Masalembu Jailani.

Penggunaan alat tangkap yang lebih canggih itu mengakibatkan berkurangnya pendapatan nelayan lokal Masalembu. Nelayan lokal masih cenderung menggunakan alat tangkap tradisional.

Penggunaan alat tangkap cantrang dilarang, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 18 Tahun 2021 tentang Penempatan Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bantu Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia dan Laut Lepas serta Penataan Andon Penangkapan Ikan.

Jailani mengatakan, hasil tangkapan ikan yang biasanya mencapai hampir 1 ton, kini menjadi 500-600 kilogram.

“Bagaimana tidak, ucapnya, ikan-ikan di Masalembu disapu bersih sehingga nelayan tradisional, yang merupakan penduduk lokal hanya merasakan dampak negatifnya. Jadi, ini perlu ditindaklanjuti, agar pera nelayan tidak kesulitan,” ujarnya.

Dia meminta Pemkab Sumenep, dalam hal ini Dinas Perikanan (Diskan) Sumenep, maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur, memerhatikan nasib nelayan Masalembu seperti kesejahteraan yang jauh dari kata sejahtera.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan dan Sumber Daya Perikanan (Diskan) Sumenep Ibnu Hajar mengaku percuma jika laporan itu tertuju ke Pemkab Sumenep. Sebab, hal itu merupakan tanggung jawab dari pemerintah pusat maupun provinsi.

“Kami tidak punya kewenangan mengenai itu ya, jadi tidak dapat menindak,” singkat Ibnu Hajar.

Pewarta: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *