Sulit Pembibitan, Legislator Khawatirkan Punahnya Budidaya Cabai Jamu di Sumenep

News133 views

KABAR MADURA | Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Juhari mulai mengkhawatirkan punahnya budidaya cabe jamu di Sumenep bakal punah. Alasannya, rata-rata pembudidayanya kesulitan mendapat bibit.

Juhari meminta pada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait supaya membantu pengadaan bibit dari Jawa melalui alokasi program di anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

“Jika tidak ada bibit, nantinya secara perlahan cabai jamu di Kota Keris akan punah,” katanya, Selasa (18/6/2024).

Menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, banyak keluhan masyarakat karena kesulitan mencari bibit cabai jamu, sehingga pada saat mau menanam masih mencari hingga ke beberapa daerah di Jawa, misalnya di Banyuwangi dan lainnya.

Saat ini, cabai jamu saat ini yang masih banyak dibudidayakan masyarakat Kecamatan Bluto dan Saronggi, Sumenep.

“Cabai jamu itu kan sangat berdampak perekonomian masyarakat, makanya perlu dilestarikan,” ujarnya.

Baca Juga:  Fraksi PDIP Sumenep Soroti Minimnya Fasilitas Olahraga hingga Infrastruktur

Yantoni, pembudidaya cabai jamu asal Bluto mengakui bahwa bibit cabai jamu sangat minim. Dia hanya dapat memelihara tanaman yang sudah ada, sedangkan untuk menambah tanaman masih kesulitan bibit.

“Kami harap perlu adanya bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, terlebih harganya masih menjanjikan hingga tembus Rp100 ribu, bahkan lebih untuk 1 kilogram cabai jamu kering,” ucapnya.

Cabai jamu yang biasanya digunakan sebagai campuran jamu dan berkhasiat untuk tubuh tersebut memang menjanjikan secara ekonomi bagi masyarakat,  keuntungannya juga  yang besar. Harga cabai jamu bisa senilai Rp110 ribu di pengepul.

Kata pria yang akrab disapa Yayan ini, cabai jamu sudah hampir punah di wilayah Sumenep. Oleh karena itu dia mengajak warga lain di sekitar untuk menanam kembali tanaman tersebut dan berharap agar ada bantuan khusus sarana dan prasarana.

Baca Juga:  Tidak Sesuai Standar, Legislatif Sumenep Sarankan Wali Siswa Kompak Kembalikan Menu MBG

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep Chainur Rasyid mengatakan bahwa saat ini belum ada program mengenai bibit cabai jamu. Jika dibutuhkan, nantinya akan diperjuangkan.

“Kalau ada usulan, insya Allah nanti akan diprogramkan pada tahun 2025 mendatang,” kata pria yang biasa disapa Inung ini.

Kabid Prasarana Pertanian DKPP Sumenep Rina Suryandari juga mengakui bahwa  selama ini tidak ada bantuan bibit cabai jamu. Nantinya akan diusahakan ada bantuan jika ada pengajuan dari kelompok tani.

“Bantuan bibit cabai jamu tidak diprogramkan, namun jika ada yang mengajukan melalui kelompok tani akan diusahakan diajukan ke pemerintah provinsi atau pemerintah pusat,” singkatnya.

Pewarta: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *