Tidak Sesuai Standar, Legislatif Sumenep Sarankan Wali Siswa Kompak Kembalikan Menu MBG

Berita, Headline112 views

KABAR MADURA | DPRD Sumenep ikut menyoroti banyaknya Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan ke siswa-siswi, lantaran seringnya dikeluhkan oleh masyarakat akibat diduga menyajikan menu yang asal-asalan.

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, M. Ramzi, menyarankan kepada para orang tua siswa agar kompak mengembalikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada pengelola jika ditemukan makanan yang dibagikan tidak layak konsumsi.

Menurutnya, langkah tegas dari orang tua sangat penting sebagai bentuk kontrol sosial terhadap kualitas program yang menyasar peserta didik tersebut. Ramzi menegaskan, kesehatan dan keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan MBG di Sumenep.

“Kalau memang ditemukan menu yang tidak layak, jangan dibiarkan. Orang tua siswa harus kompak mengembalikan kepada pengelola dapur MBG. Itu bentuk kepedulian terhadap anak-anak kita,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Baca Juga:  Bupati Sumenep Apresiasi E-Book “YUDI THE CONNECTOR”, Dorong Literasi dan SDM Berkualitas

Politisi Partai Hanura itu bahkan mendorong agar ada contoh nyata di satu sekolah yang orang tua siswanya bersatu dan bersama-sama mendatangi pengelola MBG untuk mengembalikan makanan yang dinilai tidak sesuai standar.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Harus ada contoh di satu sekolah. Orang tua kompak, datang bersama-sama ke pengelola untuk mengembalikan. Kalau sudah ada satu yang berani, saya yakin sekolah-sekolah lain akan ikut,” tegasnya.

Ramzi menilai, keberanian kolektif dari para wali murid akan memberikan efek domino dan menjadi peringatan bagi pihak pengelola agar lebih serius menjaga kualitas makanan, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah.

Baca Juga:  Pernikahan Ra Mamak–Inayah Wahid Satukan Dua Poros Besar

Dia juga mengingatkan bahwa program MBG memiliki tujuan baik untuk mendukung tumbuh kembang dan konsentrasi belajar siswa. Karena itu, pelaksanaannya tidak boleh asal-asalan.

“Programnya bagus, tapi pelaksanaannya harus benar-benar diawasi. Jangan sampai niat baik justru berdampak buruk bagi kesehatan anak-anak,” pungkasnya. (ara/ong)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *