KABAR MADURA | Berawal dari kegelisahan 9 pemuda dalam rutinitas kajian tematik dan bedah buku pada 2015 lalu, kini terbentuk kegiatan sekolah parenting yang digelar rutin di 11 kecamatan di Sumenep.
Dari kegiatan-kegiatan yang digerakkan 9 pemuda ini, kemudian terbentuk kelompok yang diberi nama Komunitas Rumah Kita. Saat ini sudah beranggotakan sekitar 100 orang lebih.
“Kami lahir dari beberapa pemuda di Sumenep. Komunitas ini diisi dengan forum kajian tematik, bedah buku, kegelisahan, dan yang lainnya,” demikian kata Nunung Fitriana, pembina Komunitas Rumah Kita.
Setiap setengah bulan sekali tidak pernah absen dan konsisten menggelar kajian-kajian. Komunitas ini juga membentuk grup hadrah Al-Banjari, sebagai wadah khusus bagi pemuda yang mempunyai bakat di bidang kesenian. Sehingga selain aktif berbagai kegiatan, bisa salawatan juga.
“Kegiatan bersama, kami pernah menggelar kompetisi permainan tradisional karena ingin mempertahankan budaya Madura, dan menetralisir anak main handphone, kami sekarang sudah sekitar 100 orang yang bergabung,” imbuhnya.
Saat ini sudah terselenggara sekolah parenting di 11 kecamatan. Kegiatan yang digelar dari kerja sama dengan Fatayat NU Sumenep tersebut memiliki objek sasaran orang tua yang mempunyai anak berusia 0-10 tahun.
Pada sekolah parenting ini, jug disusun silabus dan modul ajar sendiri, yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan keluarga di Sumenep. Bahkan, respon masyarakat sangat antusias. Dalam sekolah parenting ini, setiap orang cukup membayar biaya pendidikan sebesar Rp15.000 setiap pertemuan.
Menariknya, meskipun sampai 3 hingga 4 jam, para ibu-ibu tetap semangat dan disiplin di tengah kesibukan di rumahnya masing-masing .
“Edukasi orang tua, mereka semangat mengikuti sekolah parenting ini. Satu tahun ini memang sekolah parenting, ada dan konsisten sampai bulan kedelapan ini, meski berbayar,” pungkasnya.
Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Wawan A. Husna





