KABAR MADURA | Pada tahun ini, ada 2.542 guru di Pamekasan yang mengikuti Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK). Namun dari jumlah itu tidak ada guru mata pelajaran (mapel) agama dan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK).
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kemenag Pamekasan Badrus Shomad, Senin (24/6/2024).
Menurutnya, pelaksanaan AKGTK merupakan salah satu cara untuk memetakan kompetensi sebagai acuan dalam pembinaan dan pengembangan profesi guru, kepala, dan pengawas madrasah. Selain itu juga untuk menjamin pemetaan dan evaluasi kompetensi guru dan tenaga kependidikan yang terarah, sistematis dan akuntabel.
“Namun dalam proses asesmennya tidak dilakukan kepada setiap personal. Jadi yang ikut itu melalui sistem di SIMPATIKA masing-masing,” paparnya.
Badrus menegaskan, setiap peserta yang bisa ikut AKGTK mendapatkan pemberitahuan di setiap akun masing-masing. Sementara bagi guru yang mengajar di madrasah yang berada di bawah Kemenag RI dan tidak memiliki akun SIMPATIKA, maka tidak bisa mengikuti asesmen tersebut.
“Sebenarnya juknisnya sudah ada di akun SIMPATIKA, kemudian pengumumannya ada di akunnya juga,” tambahnya.
Asesmen kepada guru yang memiliki akun SIMPATIKA itu pernah dilakukan beberapa tahun lalu. Akan tetapi, modelnya masih belum serentak melalui sistem sebagaimana dilakukan pada tahun ini. Kata Badrus, kemungkinan AKGTK masih ada tahap kedua, guna memberikan kesempatan kepada guru yang masih belum ikut pada tahap pertama.
“Tapi khusus guru mapel agama dan PJOK tidak bisa, karena tidak ada di SIMPATIKA,” ungkapnya.
Untuk diketahui, pelaksanaan AKGT 2024 terbatas di 8 lokasi, yakni di MAN 1 Pamekasan, MAN 2 Pamekasan, MTsN 1 Pamekasan, MTsN 2 Pamekasan, MTsN 3 Pamekasan, MTsN 4 Pamekasan, MIN 1 Pamekasan, dan MIN 2 Pamekasan.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Sule Sulaiman





