KABAR MADURA | Sejumlah cabang olahraga (cabor) di Pamekasan berhasil meraih medali di beberapa kejuaraan. Mulai dari kejuaraan provinsi hingga kejuaraan nasional. Hal itu sekaligus sebagai persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur ke IX tahun 2025 mendatang.
Pelatih Cabor Taekwondo Sudiyanto mengatakan, pihaknya berhasil meraih enam medali di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Yogyakarta, 20-23 Juni 2024 dan mendapat tiga penghargaan best player. Sebanyak tujuh atlet yang diturunkan dalam kejuaraan tersebut, dua diantaranya adalah atlet baru.
“Setelah ini persiapan piala Wali Kota Surabaya,” tuturnya, Senin (24/6/2024).
Dikatakan Sudiyanto, pihaknya sudah mempersiapkan para atlet untuk Porprov mendatang, utamanya atlet baru. Ia tidak menampik bahwa juga membidik atlet baru untuk dimainkan di kejuaraan dua tahunan itu.
“Kami sedang mempersiapkan atlet untuk Porprov dan Popda. (Atlet, red) banyak yang baru. Kami sudah mulai latihan rutin seminggu lima hari, dan setiap harinya itu ada dua sesi,” paparnya.
Tidak jauh berbeda dengan taekwondo, pelatih Aeromodelling Rudi Hartono mengatakan, pihaknya baru saja menyabet dua medali perunggu dari tiga atlet yang dikirim pada Kejuaraan Provinsi di Pasuruan, Minggu (23/6/2024).
Tidak berhenti disitu, di bulan Agustus mendatang, cabornya tersebut akan kembali mengagendakan persiapan Kejurprov untuk model A1 dan A2.
Diaktakan Rudi, kejuaraan-kejuaraan yang diikuti itu juga sebagai bahan evaluasi terhadap atlet yang nantinya akan dikirim ke Porprov tahun depan. Pihaknya juga tidak menampik bahwa, akan membidik atlet baru juga.
Sebab menurutnya, hal itu diperlukan untuk adanya regenerasi atlet yang potensial dan berprestasi di tingkat nasional.
“Yang menjadi tolok ukur atlet untuk Porprov adalah di event-event sebelum Porprov,” katanya kepada Kabar Madura.
Terpisah, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pamekasan Djohan Susanto mengatakan, persiapan untuk Porprov terkendala anggaran. Sehingga, pihaknya tidak bisa melakukan pemusatan latihan kabupaten (puslatkab).
Padahal seharusnya, puslatkab dilakukan satu tahun sebelum pelaksanaan. Kendati demikian, menurut Djohan, persiapan di masing-masing cabor untuk Porprov sudah mulai dilakukan.
“Kemungkinan puslatkab akan dilakukan enam bulan sebelum pelaksanaan Porprov, harusnya memang satu tahun sebelum pelaksanaan. Tapi kami sudah survei kegiatan masing-masinh cabor sebagai persiapan Porprov,” tutupnya.
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Miftahul Arifin





