KABAR MADURA | Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan mencatat tahun ini sudah ada 13 orang yang meninggal akibat terjangkit penyakit tuberkulosis (TBC).
Kepala Dinkes Pamekasan dr. Saifuddin menyampaikan, pasien yang terkena TBC tertular melalui udara dari percikan ludah orang yang terkena TBC. Diketahui, penularan TBC ini melalui bakteri mycobacterium tuberculosis yang menyerang organ paru-paru. Tidak hanya itu, bakteri tersebut bisa menyerang organ lain, seperti selaput otak, usus, kelenjar getah bening, ginjal, dan lainya.
“Ketika orang dewasa yang menderita TBC batuk atau bersin, bakteri penyebab TBC akan menyebar ke udara. Pada saat itulah, penularan penyakit TBC ke orang-orang di sekitarnya dapat terjadi, baik ke anak-anak maupun orang dewasa,” paparnya, Senin (1/6/2024).
Secara terperinci, pada 2023 lalu terdapat 1.124 orang yang ditemukan terkena TBC. Sedangkan pada 2024 ini sudah sebanyak 695 orang.
Saifuddin menjelaskan, dalam proses pengobatan penyakit tersebut sifatnya harus secara kontinyu sesuai batas pengobatan dari setiap fasilitas kesehatan (faskes). Disebutkan, semua faskes di Bumi Gerbang Salam bisa melayani pengobatan TBC.
Dia mengungkapkan, dalam rangka menekan penularan TBC, pihaknya sudah melakukan pencegahan dengan pemeriksaan dan pengobatan pada pasien baru TBC di setiap faskes. Selain itu, meningkatkan peran serta komunitas mitra dan multisektor lainnya dalam eliminasi tuberkulosis, melakukan skrining pada warga binaan, masyarakat yang kontak erat dengan pasien baru, dan lainnya.
“Kami sudah melakukan inovasi dalam proses pencegahan TBC,” tutupnya.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Sule Sulaiman





