KABAR MADURA | Beberapa hari terakhir, beredar cuplikan video di berbagai platform media sosial yang menunjukkan tembakau milik petani di Pamekasan yang dicabut karena mati gara-gara pupuk palsu.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Nolo Garjito mengatakan bahwa informasi tersebut tidak sepenuhnya benar. Sebab, berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh penyuluh pertanian, faktanya tembakau milik Jumarti, yang berada di wilayah Kelurahan Kangenan, Kecamatan Pamekasan, itu kelebihan insektisida. Sehingga, tanaman tembakau itu tidak akan tumbuh kembali.
“PPL kami sudah mengecek ke lokasi, ternyata itu bukan pupuk palsu. Kalau pupuk palsu mesti ada efek kepada tanamannya. Ternyata yang terjadi, pemberian insektisida berjenis Lanet berlebihan,” jelasnya, Rabu (3/7/2024).
Nolo menegaskan, terdapat 2.000 pohon tembakau yang terdampak pemberian insektisida berlebihan tersebut. Petani bersangkutan harus menanam ulang jika masih ingin panen tembakau. Kata Nolo, berdasarkan perkiraan cuaca tahun ini, jika petani tersebut menanam kembali, maka dipastikan masih kebagian masa panen tembakau.
“Kami sudah melakukan pembinaan dan penyuluhan di lapangan, ada yang dilakukan setiap bulan sekali, ada yang dilakukan setiap 2 minggu sekali pertemuannya. Petani tersebut, malah yang petani aktif, cuma mereka maunya yang instan terus,” paparnya.
Diketahui, Jumarti merupakan anggota Kelompok Tani Unggul 4, yang beralamatkan di Kelurahan Kangenan, Kecamatan Pamekasan.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Sule Sulaiman





