KABAR MADURA | Kapolres Pamekasan AKBP Jazuli Dani Iriawan tampak terkejut. Itu berkaitan dengan informasi adanya oknum aparat kepolisian dan tentara yang diduga membekengi “dunia malam” di Pamekasan.
Akibatnya, salah satu hotel yang dikenal sebagai “surganya” pekerja seks komersial (PSK) itu, sejauh ini tidak jera dari razia Satpol PP Pamekasan. Penegak Perda tampak kewalahan.
“Berikan saya nama oknum itu, saya pasti akan langsung tindak. Saya pastikan tangkap basah,” janji AKBP Dani—panggilan akrab AKBP Jazuli Dani Iriawan, Selasa (30/7/2024).
Dijelaskan, AKBP Dani sudah berusaha keras untuk merawat nama baik institusi Polri, khususnya di Pamekasan. Pihaknya tidak ingin nama baik Bhayangkara ternodai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Menurutnya, Satpol PP tidak perlu takut menegakkan Perda. Jangan sungkan untuk menggandeng Polres Pamekasan. Penegakan Perda memang ranahnya Satpol PP, kata AKBP Dani, tetapi Polres juga berkewajiban membersihkan penyakit masyarakat.
“Jika memang ada oknum polisi yang membekingi itu, saya langsung tindak tegas. Saya tangkap basah. Itu penyakit yang harus segera diobati. Kami bisa diikutsertakan, bisa dilibatkan dalam penegakan Perda. Kami dapat membantu Satpol PP untuk melakukan kegiatan bersama guna menciptakan keamanan dan ketertiban,” tukasnya.
Fakta yang mencederai Perda Gerbang Salam (Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami) tersebut, mencuat dalam acara Ngopi Bareng dan Silaturahmi bersama Mitra Kodim 0826, Selasa pagi (30/7/2024).
“Siapa oknumnya, nanti sampaikan secara khusus kepada saya. Pasti saya tindak tegas,” ujar Dandim 0826 Pamekasan Letkol Inf Herik Prasetiawan.
Tentara yang akrab disapa Dandim Erik itu menyatakan, dirinya tidak setuju bila ada bekingan negatif dari aparat yang muaranya dapat merugikan Kabupaten Pamekasan.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Hairul Anam





