KABAR MADURA | Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep pada tahun sebelumnya mengupayakan agar sebagian destinasi wisata di Sumenep akan dikelola oleh Pemkab Sumenep. Namun kenyataannya, tidak dapat dilaksanakan.
Salah satu yang ingin dikelola Pemkab Sumenep adalah Destinasi Wisata Telaga Kermata, di Kecamatan Saronggi.
Kepala Disbudporapar Sumenep Mohammad Iksan mengatakan, tidak dapat dikelola Pemkab karena beberapa kali gagal, sebab terkendala anggaran.
Anggaran tersebut sudah diperjuangkan dengan diajukan di perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD Sumenep 2023, namun tidak diterima. Kemudian di APBD 2024 juga kembali tidak diterima. Serta pada PAK 2024 ini juga tidak ada. “Jika ada anggaran, maka bisa dikembangkan oleh Pemkab,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin mengatakan, jika sebaiknya pengelolaan wisata lebih baik dikelola oleh pihak swasta.
Politisi senior PKB iti menilai, karena dapat mengembangkan perekonomian di Sumenep. Sehingga pihak pemerintah tidak harus selalu sibuk, dan lebih fokus untuk mengembangkan destinasi wisata yang ada.
Misalnya, objek wisata Pantai Lombang di Batang-batang, pantai di Pasongsongan, dan Museum Keraton Sumenep.
“Yang dikelola pemerintah difokuskan, yang dari pihak swsata juga dikembangkan agar sama-sama jalan. Karena yang dikelola Pemkab, kondisinya seperti itu, tidak ada perkembangan,” tegas dia.
Politisi PKB ini menambahkan, agar pengembangan wisata dimulai dari pihak pemerintah, sehingga dari pihak swasta dapat mencontoh dan lebih bersemangat dalam mengembangkan destinasi wisata kedepannya.
“Mulai saat ini, pemerintah, utamanya OPD teknis agar bisa menjadikan 3 wisata itu lebih baik, ini juga dalam rangka penambahan PAD dari sisi wisata,” bebernya.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Fathor Rahman





