KABAR MADURA | Hasil Pileg 2024 lalu, PDI Perjuangan berhasil meraih kursi terbanyak di Parlemen Sumenep, yakni dengan 12 jursi. Partai banteng itupun berhak mendapat jatah kursi ketua.
Tiga nama diusulkan jadi Ketua DPRD Sumenep priode 2024-2029. Namun, dari tigaa nama yang diusulkan belum mengerucut ke satu nama dan sampai saat ini masih menjadi misteri.
Hal itu disampaikan oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo. Menurutnya, sejauh ini masih belum final terkait siapa yang akan menjadi Ketua DPRD Sumenep dari partainya.
“Nama-nama sudah diajukan, tetapi masih menunggu keputusan DPP PDI Perjuangan, paling bulan ini sudah ada keputusan itu,” katanya.
Dia menyebutkan, ada tiga nama yang diusulkan di antaranya, H Zainal Arifin, Hosnan, dan Nia Kurnia Fauzi. Diakui, dari tiga nama itu, dikerucutkan ke dia nama. Sebab salah satu dari nama itu bukan pengurus harian partai.
“Ya ibu Nia, memang suaranya terbanyak, tetapi tidak mungkin jadi ketua, karena bukan pengurus harian,” imbuhnya.
Sehingga ada nama H Zainal Arifin dan Hosnan. Maka dipastikan, akan diisi di antara dua nama tersebut. Apapun keputusannya nanti, harus tunduk dan paruh pada keputusan parfai.
Apalagi, lanjut Fauzi, penunjukan ketua DPRD yang mempunyai otoritas atau wewenang selain DPD Jawa Timur, juga adalah DPP. Tetapi, sampai saat ini rekomendasi itu belum turun.
”Pelantikan kan sudah dekat, bulan ini. Yang pasti bulan ini juga akan turun surat perintah untuk menjadi Ketua DPRD Sumenep priode 2024-2029,” tegasnya.
Dijelaskan, memang ada beberapa pertimbangan untuk menentukan siapa yang akan dipercaya menjadi Ketua DPRD Sumenep. Di antaranya seberapa besar pengabdian terhadap partai.
Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Fathor Rahman





