Seniman Butuh Wadah Khusus Rawat Kelestarian Tari Topeng Sumenep

News217 views

KABAR MADURA | Demi menumbuhkan dan melestarikan budaya Topeng di ujung timur Pulau Madura ini, dibutuhkan sarana atau wadah seperti sanggar yang fokus mengajarkan kepada para generasi muda.

Salah satu penggemar Topeng Dalang, Wismadi, menyampaikan bahwa menumbuhkan potensi tari topeng yang selama ini diajarkan dari rumah ke rumah diperlukan wadah khusus untuk menampung para penggemarnya.

“Adanya dukungan dari pemerintah selama ini sangat tepat sekali untuk menjadi pusat pembelajaran tari topeng di wilayah kami,” kata dia

Dijelaskannya, setiap kesenian dan kebudayaan mempunyai nilai-nilai positif tersendiri, mulai dijadikan sarana edukasi dan sosialisasi, misalnya budaya tari topeng, di Sumenep ini dikenal dengan istilah Topeng Dhalang.

Topeng Dhalang yang merupakan warisan budaya tak benda di Kabupaten Sumenep ini dijadikan penampilan seni budaya yang harus dilestarikan.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Kebudayaan ini menjadi salah satu kesenian kebanggaan masyarakat Sumenep. Kerap kali ditampilkan dalam beberapa acara besar, baik hajatan pernikahan, hiburan masyarakat, hingga rokat atau upacara tolak balak.

Kesenian tersebut merupakan pertunjukan yang menampilkan teatrikal cerita rakyat dan syarat akan unsur sejarah, pedalangan seni tari dan musik tradisional, serta kerajinan ukir khas wilayah setempat.

Dia juga menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tidak jarang menampilkan kesenian ini.

“Misalnya pada sosialisasi pencegahan rokok ilegal menggunakan sarana Topeng Dalang,” kata dia.

Sementara aksesoris yang dibutuhkan para pemain meliputi, taropong, sapiturung, ghungseng, kalong (kalung) rambut dan badung, sedangkan untuk pemeran wanita, aksesoris tambahan berupa, sampur, kalung ular, gelang dan jhamang.

Berdasarkan cerita dari masyarakat, dulunya Topeng Dalang dibawa oleh Adipati Wiraraja ke Madura, saat dirinya dikirim dan dipercaya untuk memimpin keraton Sumenep oleh Raja Kertanegara, kisaran tahun 1270 lalu.

Sejak saat itu, Topeng Dalang menjadi hiburan yang sangat diminati oleh berbagai kalangan masyarakat. Mulai petinggi di Keraton Sumenep, hingga rakyat setempat.

Menurutnya, pada penampilan Topeng Dalang akan dibutuhkan penari sebanyak 15 sampai 25 orang dalam setiap lakon, yang dipentaskan semalam suntuk dan pemerannya didominasi oleh laki-laki.

Setiap pemain memakai topeng dengan beragam karakter yang menutupi seluruh wajahnya, lengkap beserta kostum dan aksesoris tertentu.

“Rata-rata pemain harus mempunyai wawasan sejarah, kebudayaan dan sebagainya,” pungkasnya.

Pewarta: Moh. Razin

Redaktur: Wawan A. Husna

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *