KABAR MADURA | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengungkapkan kekeringan di Pamekasan tahun ini menurun dibandingkan sebelumnya. Hingga kini, tercatat ada 267 dusun dari 75 desa yang mengalami kekurangan air bersih. Ratusan desa itu tersebar di 10 kecamatan.
Diketahui, pada 2023 lalu, daerah kekeringan di Kabupaten Gerbang Salam ini mencakup 321 dusun dari 77 desa.
Plt. Kalaksa BPBD Pamekasan Akhmad Dofir Rosidi mengatakan, jumlah wilayah kekeringan yang terdata saat ini masih berpotensi bertambah. Sebab, hingga kini masih ada desa yang melakukan pengajuan susulan bahwa desanya kekeringan. Laporan atau usulan itu nantinya akan dilakukan verifikasi lapangan terkait ketersediaan airnya.
“Ada pengajuan susulan lagi, Desa Bulay dan Desa Polagan, Kecamatan Galis. Kalau sudah ada surat resmi permohonan dari desa, baru kami cek ke lapangan, apakah memang masuk kekeringan atau tidak. Sementara yang masuk data 75 desa,” ujar Dofir, Minggu (11/8/2024).
Sejauh ini, BPBD Pamekasan tidak bisa memastikan terkait waktu pelaksanaan droping air akan didistribusikan. Begitu pun dengan ketersediaan anggaran yang dialokasikan, sebab masih menunggu surat keputusan (SK) bupati terkait usulan terhadap kekeringan tersebut.
Sebelumnya, Dofir juga pernah menuturkan, adanya pengeboran air baru di sejumlah titik cukup membantu dalam mengatasi kekeringan di sejumlah wilayah di Pamekasan, baik pengeboran dari program pemerintah maupun dari pribadi.
“Droping nunggu review dan SK dari Pj bupati. Target akhir pendistribusian awal Oktober,” tukasnya.
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Sule Sulaiman





