KABAR MADURA | Pembangunan irigasi tahun ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Saat ini, hanya ada lima pengerjaan irigasi. Sementara pada tahun sebelumnya terdapat 9 pengerjaan.
Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sistem Irigasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan Ika Agustinah mengatakan, lima pengerjaan irigasi itu tersebar di Desa Kaduara Barat, Kecamatan Larangan; Desa Sentol, Kecamatan Pademawu; Desa Bulangan Timur, Kecamatan Pegantenan; Desa Seddur, Kecamatan Pakong; dan Desa Bulay, Kecamatan Galis.
“Yang lima lokasi itu sudah terealisasi selama dua bulan pengerjaan. Alokasi anggarannya bermacam-macam, mulai dari Rp135 juta hingga Rp200 juta ” ungkapnya, Rabu (21/8/2024).
Ika menegakan, rata-rata dalam pengerjaan irigasi itu tidak menggunakan sistem betonisasi, melainkan menggunakan pasangan batu. Sejauh ini, hanya ada beberapa titik wilayah yang menggunakan pasangan beton, di antaranya di wilayah Desa Klampar, Kelurahan Bugih, Kelurahan Jungcangcang, dan Desa Blumbungan. Sementara wilayah lainnya, rata-rata menggunakan pasangan batu.
Minimnya penggunaan betonisasi itu lantaran berpengaruh terhadap panjang saluran yang nantinya berpotensi berkurang. Sebab, menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia. Tidak dipungkiri, kata Ika, dalam penggunaan betonisasi membutuhkan biaya yang lebih mahal, sementara anggarannya terbilang terbatas.
Kendati demikian, pihaknya memastikan bahwa pengerjaan irigasi yang dilakukan menggunakan pemasangan batu, tetap memperhatikan kualitas pengerjaan yang sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
“Di DAK memang disarankan pemasangan batu dan menggunakan tenaga lokal. Kalau pakai beton memang kualitasnya lebih bagus, tapi nanti berpengaruh terhadap volume panjang salurannya, karena menyesuaikan dengan anggaran,” tukasnya.
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Sule Sulaiman





